beranda » beranda » view Mail5 pdf word print Bookmark and Share
17-Dec-2015

GANDENG SB-IPB, BTPN WISUDA NASABAH MIKRO


(Bogor, 16 Desember 2014) Sebagai bank yang fokus ke target pasar masyarakat golongan bawah, Bank  BTPN memiliki cara sendiri untuk mengembangkan nasabahnya. Membidik para pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),  BTPN memegang prinsip bahwa mereka tidak hanya akan memberikan peminjaman saja tetapi harus membantu kapasitas nasabahnya untuk berkembang.


Hal ini dikarenakan kondisi UMKM di Indonesia yang mayoritas masih memiliki banyak tantangan untuk tumbuh berkembang. Untuk itu, BTPN bekerjasama dengan Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) mewisuda 10 ribu nasabahnya.

Melalui program yang disebut Daya, BTPN mengerahkan dua lini produk mereka, BTPN Mitra Usaha Rakyat (MUR) dan BTPN Purnabakti mengadakan pelatihan kepada 10 ribu nasabah mereka di seluruh Indonesia. Bersama SB-IPB, BTPN memberikan pelatihan selama satu tahun kepada nasabah-nasabah di atas. "Selama satu tahun, nasabah mereka dibekali pengetahuan seputar pengembangan bisnis yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Melalui program ini juga, keduanya melakukan pendampingan bukan sekadar membekali nasabahnya pengetahuan saja," jelas Mulia Salim, Director Bank BTPN seusai acara wisuda secara simbolik kepada 350 nasabahnya di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (16/12/2015).

Kerja sama dengan SB-IPB ini dikatakan oleh Mulia sudah dimulai sejak tahun 2011 tatkala masih bernama Manajemen Bisnis (MB) IPB. Dan program pelatihan ini telah berjalan dua tahun. Di tahun pertamanya, program ini merambah empat kota, yakni Palembang, Banjarmasin, Semarang, dan Bogor. Dan tahun ini, program Daya merambah Medan, Makassar, Kediri, dan Bogor.

"Di dalam pelatihan ini, kami telah melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi UMKM dan kebutuhan mereka. Selanjutnya kami mengembangkan kurikulum ajar bersama  BTPN. Di sini, kami memiliki model bisnis berupa inklusif bisnis model yang berarti perusahaan bertumbuh tidak hanya untuk mengejar keuntungan usaha saja tetapi juga pemerataan kesejahteraan," papar Arief Daryanto, Direktur Program Pascasarjana SB-IPB.

Hasilnya, keduanya melakukan pengukuran dan mendapatkan hasil bahwa UMKM bimbingan mereka menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Perkembangan tersebut tercermin mulai dari pertumbuhan omzet hingga operasional yang semakin membaik.

Direktur Program Pascasarjana MB-IPB, Arief Daryanto juga mengatakan, pihaknya menyakini implementasi program Daya dapat meningkatkan kapasitas usaha nasabah. Program ini juga efektif mengatasi hambatan yang dihadapi para pelaku usaha mikro. Berdasarkan hasil penelitian MB-IPB, pelaku UMK mengalami beberapa tantangan dalam mengembangkan usaha.

Dimana, lanjutnya, pertama pelaku UMK cencerung belum 'bankable'. Baik disebabkan belum adanya manajemen keuangan yang transparan maupun kurangnya kemampuan manajerial dan finansial. Kemudian tantangan keduanya yakni kurangnya pengetahuan akan pemasaran, produksi dan quality control, keuangan dan akuntansi.

Arief menjelaskan bahwa dengan adanya temuan-temuan tersebut, maka dalam pelatihan ini dibuat menjadi 4 modul pelatihan. “Jadi kami menyusun 4 modul pelatihan dari temuan-temuan tadi, yaitu Pemasaran, SDM, Product Knowledge, dan Market Intelegent,” ungkapnya.

Sebagai bank yang fokus menggarap segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, BTPN meyakini bahwa nasabah mass market tidak hanya membutuhkan akses finansial. “Mereka tidak hanya membutuhkan akses finansial, tapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup mereka,” tutup Arief.

 


 sumber: dikuti dari berbagi sumber media

kembali ke arsip