beranda » beranda » view Mail5 pdf word print Bookmark and Share
04-Jan-2016

PELUNCURAN SEKOLAH BISNIS IPB

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) kembali menyelenggarakan acara seminar nasional tahunan dalam rangka pelepasan alumni Program Magister Manajemen (MM) dan program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Tahun Akademik 2014/2015 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (21/11). Tema Seminar Nasional kali ini "Agri-food Complex: A Catalyst for a More Sustainable and Inclusive Growth."

Hadir sebagai pembicara kunci adalah Chairman & CEO Sinarrnas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja dengan pembahas Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc dan Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec. "Seminar nasional ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dijalankan oleh 1PB sebagai upaya memperbesar dan mengakselerasi pertumbuhan dan peran strategic sektor pertanian di Indonesia." jelas Rektor IPB Herry Suhardiyanto.

Arief menyampaikan, acara pelepasan kali ini menjadi begitu spesial karena MB-IPB telah resmi dielevasi menjadi full-fledged Sekolah Bisnis -Institut Pertanian Bogor (SB-IPB). SB-IPB mulai menerima angkatan pertama program sarjana bisnis. Penyambutan mahasiswa baru Program Sarjana Bisnis. Manajemen Bisnis dan Doktor Bisnis ditandai dengan penyematan Kartu Tanda Mahasiswa kepada perwakilan masing-masing strata.

Franky mengawali pemaparannya mengenai isu-isu ketahanan pangan. baik nasional maupun global. Kemudian ia juga menunjukkan kepeloporan Sinarmas dalam isu berkelanjutan dan kepedulian terhadap pelaku usaha kecil dengan iniatifnya dalam PISAgro dan menjadi pimpinan Grow Asia.

Disamping itu. Franky juga mengungkapkan beberapa tantangan baru industri pertanian yaitu mengenai perubahan iklim, proxy war, peningkatan produktivitas dan pendapatan petani, dan musibah kebakaran. la pun menjelaskan solusi untuk menghadapi permasalahan dan tantangan tersebut. "Semua perusahaan yang bergerak di bidangnya masing-masing harus mengedepankan teknologi (ICT) dan R&D." sarannya.

Sumber: Galuh Umia Cahyaningtyas (Majalah AGRINA edisi Januari 2016)

kembali ke arsip