beranda » beranda » view Mail5 pdf word print Bookmark and Share
13-Sep-2014

VICE PRESIDENTIAL LECTURER ON “COMPETITIVENESS OF INDONESIA”

Pada tanggal 13 September 2014, Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis-Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) kembali menyelenggarakan acara tahunan berupa penglepasan alumni Program Magister Manajemen (MM) dan Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Tahun Akademik 2013/2014 di Hotel Borobudur, Jakarta. MB-IPB melepas 180 orang alumninya yang telah menyelesaikan studi dan lulus dengan baik pada tahun akademik 2013/2014, yang terdiri dari 142 orang lulusan MM dan 38 orang lulusan DMB. Dengan demikian hingga saat ini, MB-IPB telah melepas total alumni sekitar 3121 yang terdiri dari alumni DMB sekitar 108 alumni DMB sejak pertama dibuka tahun 2006 oleh Presiden SBY dan  alumni MM sebanyak 3013 sejak berdirinya tahun 1992. Alumni yang telah diluluskan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari para eksekutif berbagai perusahaan, pegawai pemerintah pusat dan daerah, politisi, NGO serta para pelaku usaha. Jumlah alumni MB-IPB tersebut turut memberikan kontribusi terhadap jumlah alumni IPB secara keseluruhan yang jumlahnya sudah mencapai 122.132 alumni.

Para Alumni tahun 2013/2014 ini juga dilepas dengan sebuah acara Vice Presidential Lecturer oleh Prof. Dr. Boediono,M.Ec dengan tema terkait “Competitiveness of Indonesia”. Tema tersebut merupakan rangkaian lanjutan dari tema besar mengenai peningkatan daya saing dunia usaha Indonesia yang telah diangkat selama beberapa tahun terakhir oleh MB-IPB. Diawali dengan Studium Generale tahun 2006 oleh Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono yang menyampaikan kuliah dengan tema  ”Peningkatan Daya Saing Bisnis dan Iklim Investasi pada Era Transisi Demokrasi”.  Berbagai aspek dayasaing selalu diangkat oleh prominent speakers sampai sekarang. Pada tahun 2007 Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs.H. Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan keynote speech dengan tema ”Kepemimpinan Bisnis: Salah Satu Kunci Menuju Persaingan Global”. Selanjutnya pada tahun 2008, tema yang diangkat adalah ”Increasing Indonesia’s Competitiveness Through Performance Excellence” dengan keynote speaker Dr. Sofyan Djalil, Menteri Negara BUMN RI. Dr. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan RI/Plt. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI). Pada tahun 2009 mengangkat tema ”Building Competitive Advantage in Agribusiness : Lessons from Regional Initiatives”. Pada tahun 2010, Ir. Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI bersedia berbagi inspirasi dengan topik “Sustainable Business Competitiveness: The Next Challenge”. Tahun berikutnya (2011) hadir dua orang menteri sekaligus untuk keynote speech yaitu Dr.Ir. Suswono, MM (Menteri Pertanian RI) dan Dr.Ir. Mustafa Abubakar, MSi (Menteri BUMN RI) pada Seminar Nasional bertema “Improving The Enabling Environment for Agribusiness and Agroindustry Competitiveness”. Pada tahun 2012, MB-IPB mengundang Menteri Keuangan RI, Agus D.W. Martowardojo untuk membedah topik “Improving Entrepreneurial Ecosystem for Sustainable Business Competitiveness”. Terakhir, tahun 2013 MB-IPB mengangkat topik seminar ”Eliminating Trade Distortions for Competitiveness and Welfare : Towards ASEAN Community 2015” dengan keyonte speaker Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya lebih banyak dibahas tentang lingkungan usaha yang memang diidentifikasi oleh World Economic Forum sebagai the most problematic factors di Indonesia dan juga membahas peran dunia usaha dalam meningkatkan dayasaing hingga membahas sejauhmana praktek-praktek yang mampu mendistorsi proses perdagangan yang adil dan efisien. Kali ini topik ”Competitiveness of Indonesia” menjadi topik yang diangkat dalam  Vice Presendential Lecturer sebagai bahasan sejauhmana arah dan posisi daya saing Indonesia saat ini di berbagai bidang, serta sejauhmana tantangan daya saing ke depan yang akan dihadapi oleh Indonesia. Topik yang diangkat terkait ”Competitiveness of Indonesia” didasari oleh kinerja pemerintahan SBY yang akan berakhir pada tahun 2014 ini telah membuktikan prestasi dalam peningkatan daya saing Indonesia, hal ini terlihat di World Economic Forum tahun 2013 yang menyatakan bahwa Indonesia disebut sebagai “negara Asia yang  paling meningkat diantara ekonomi G-20 sejak tahun 2006”. Indonesia kini berada di atas negara-negara BRICS kecuali China, yaitu Brazil (peringkat 56), India (peringkat 60), dan Rusia (peringkat 64). Peningkatan peringkat Indonesia yang signifikan ini dipicu oleh perbaikan peringkat di 10 dari 12 pilar yang menjadi penopang indeks. Salah satu yang mencatat kemajuan pesat, menurut laporan ini, ialah pada pilar infrastruktur. Indonesia di area ini melompat 17 anak tangga ke peringkat 61. Secara keseluruhan, lompatan peringkat daya saing RI dinilai positif. Pilar lain yang mencatat perbaikan adalah efisiensi pasar tenaga kerja yang membaik ke peringkat 103, sedangkan kualitas institusi publik dan swasta naik lima peringkat ke ranking 67. Selanjutnya, lingkungan ekonomi makro RI juga dianggap membaik, berada di peringkat 25, yang ditandai oleh defisit anggaran yang kecil (1,3 persen dari PDB) dan utang luar negeri yang relatif rendah. Dengan demikian, topik Competitiveness of Indonesia menjadi penting diangkat kali ini untuk menentukan arah kebijakan peningkatan daya saing Indonesia ke depan dalam menghadapi berbagai tantangan era globalisasi. Tidak dipungkiri bahwa daya saing dalam era globalisai merupakan bahasa universal yang dikenal dalam pergaulan ekonomi antar negara bahkan domestik sehingga peningkatan daya siang menjadi multak untuk dilakukan. Para pelaku usaha harus mampu bersaing dengan pesaingnya di negara lain jika ingin tetap bertahan. Oleh karena itu proteksi terbaik yang dapat diandalkan oleh industri domestik adalah dengan peningkatan daya saing.

Dalam sambutan Rektor IPB, Prof. Dr.Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc pada acara ini menyampaikan beberapa prestasi membanggakan yang dicapai oleh IPB sebagai institusi. IPB kembali meraih Akreditasi Institusi A atau Sangat Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). IPB adalah salah satu dari hanya 8 (delapan) perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang mendapatkan nilai sangat baik. Prestasi Webometrics IPB pun meningkat menjadi peringkat keempat di Indonesia. Beliau juga menyampaikan bahwa pelaksanaan acara Vice Presidential Lecture dan Penglepasan Alumni MB-IPB tahun ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian acara Dies Natalis IPB ke-51. Tema Dies Natalis ke 51 adalah : “Sistem dan Kompatibilitas IPB untuk Pengarusutamaan Pertanian”. Tema pengarusutamaan pertanian diangkat tersebut agar paradigma pembangunan yang lebih berkedaulatan, lebih berkeadilan, serta lebih berkelanjutan menjadi driving force pembangunan nasional. Paradigma tersebut, jika ditilik kembali, merupakan “nilai dasar” dari pembangunan berkelanjutan. Jika merujuk definisi dari pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mewujudkan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk mewujudkan kebutuhan mereka dan dibangun melalui tiga pilar/dimensi yang sering disebut triple bottom line yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehingga ketiganya harus diperhatikan secara berimbang. Dengan paradigma IPB, maka perspektif pembangunan ketiga pilar tersebut menjadi pembangunan ekonomi yang berkedaulatan, pembangunan sosial yang berkeadilan, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.


Pada kesempatan kali ini Prof. Dr. Boediono,M.Ec menyampaikan kuliah dengan topik ” Membangun Daya Saing Bangsa”. Beliau menekankan bahwa untuk membangun daya saing bangsa kita harus memprioritaskan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, kita harus mendahulukan pembangunan sarana dan prasarana produksi.  Kita harus pula menerapkan kebijakan di bidang pengembangan wirausaha dan menjaga adanya suasana kompetisi usaha yang efektif.  Di samping itu, perlu dirumuskan pula kebijakan yang mendorong kelas menengah untuk berperan sebagai kelompok masyarakat yang produktif. Semua itu tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan pembangunan sistem pertahanan terhadap krisis. Membangun daya saing bangsa bukan pekerjaan sederhana.  Kesemua prioritas kebijakan yang saya sebut itu harus dijabarkan menjadi langkah-langkah yang operasional dan kongkrit yang konsisten satu sama lain dan saling bersinergi bukan saling bertabrakan, ujar Prof. Boediono.  Langkah-langkah itu pelaksanaannya di lapangan  harus dikendalikan dan diawasi dengan baik dan tidak hanya tinggal konsep yang indah di atas kertas.  Beliau menekankan bahwa membangun daya saing bangsa bukanlah pekerjaan sederhana, namun harus kita lakukan jika kita ingin Indonesia berhasil dalam perjalanan sejarahnya.

Acara dilanjutkan dengan menyajikan perjalanan MB-IPB selama 23 tahun yang telah mengalami berbagai perkembangan dengan memperluas kajian ilmu manajemen dan bisnis dengan menawarkan beberapa program inovatif yang disampaikan langsung oleh Direktur MB-IPB, Dr. Ir. Arief Daryanto, MEC.  MB-IPB menawarkan  program Magister Manajemen untuk strata 2 dan Doktor Manajemen Bisnis untuk strata 3 serta kegiatan dan konsultansi bisnis sebagai bagian dari kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Untuk menjawab kebutuhan dunia usaha, MB-IPB juga memperluas kajian ilmu manajemen dan bisnis dengan menawarkan beberapa program inovatif. MB-IPB menyelenggarakan berbagai konsentrasi seperti  Magister Manajemen Syariah; Magister Manajemen Port, Shipping and Logistic Management dan program dual degree dengan berbagai universitas di luar negeri. Berbagai prestasi dan bukti jaminan mutu dalam penyelenggaraan program, menghasilkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan memberikan mandat kepada MB-IPB untuk merintis program Magister Manajemen Pendidikan Tinggi dan Magister Manajemen Agribisnis Terapan dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh. Disamping itu, video ini menyajikan berbagai MB – IPB telah meraih beberapa penghargaan yaitu peringkat pertama Webometrics di Indonesia dan di negara CIVETS, menempati peringkat ke-2 Asia Tenggara, peringkat ke-6 Asia, dan peringkat ke-50 dunia untuk kategori sekolah bisnis, MB – IPB selalu mendapatkan nilai A untuk akreditasi dari BAN-PT sejak pertama diakreditasi baik untuk program Magister maupun Doktoral, penerapan budaya jaminan mutu melalui sertifikasi ISO 9001:2008, terlibat aktif dalam lembaga akreditasi internasional seperti ABEST21 yang berbasis di Tokyo, serta merupakan pendiri Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) dan dipercaya menjadi ketua dalam dua periode. IPB juga akan mengelevasi MB-IPB menjadi Sekolah Bisnis yang tidak saja menyelenggarakan program strata dua dan strata tiga seperti saat ini, namun juga ke depan akan menyelenggarakan program strata satu sarjana bisnis yang akan menghasilkan lulusan bermoral, berjiwa entrepreneur, berpikir strategik, bertindak taktis, dan berkarya inovatif.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 350 orang peserta yang terdiri dari pakar/ pemerhati pembangunan ekonomi dan bisnis nasional; eksekutif dan profesional dari berbagai perusahaan swasta maupun BUMN; birokrat pemerintahan; alumni program Doktor Manajemen Bisnis dan Magister Manajemen MB-IPB; Mahasiswa dan sivitas akademika IPB; dan Para Mitra/Stakeholder MB-IPB.

Download Materi Wapres Prof. Dr. Boediono,M.Ec

Download Materi Liputan Vice Presidential Lecturer oleh Prof. Dr. Boediono,M.Ec

Video

kembali ke arsip