SFH Tips 1

Tips Kuliah Daring SB-IPB

SB IPB, Bogor – Ditengah pandemi Covid-19, SB-IPB melakukan kuliah dengan dua cara, yaitu asynchronous menggunakan Learning Management System (LMS) dan synchronous menggunakan Zoom Cloud Meeting. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk perkuliahan menggunakan Zoom Cloud Meeting.

Selamat Kuliah Daring SBers! Stay Connected – Keep Productive – Always Contribute.

Start Up Book

START (to) UP

Haruskah aku kembali bangkit dari trauma dan kembali merintis bisnis (lagi)? Jika aku bangkit, akankah bisnisku kali ini berhasil? Akankah Mr T bernama trauma itu lenyap dari dalam diriku selamanya?

Start (to) Up merupakan sebuah buku yang hadir dengan genre baru ‘Fusion 3 in1’ yang meleburkan teori dan praktik membangun start up bisnis ke dalam sebuah cerita novel kehidupan yang ringan dibaca. Sebuah karya yang lahir dari pemikiran dan tangan Fitri Kinasih Husnul Khotimah (Alumni S1 SB IPB yang tengah menempuh pendidikan di jenjang S2 SB IPB) dan David Cornelis (Mahasiswa S3 SB IPB) yang diterbitkan oleh penerbit Elexmedia. Resmi beredar di seluruh Gramedia pada tanggal 18 November 2019. Berlatarkan kampus SB IPB, Start (to) Up bercerita tentang proses jatuh bangun merintis start up bisnis yang dipadukan dengan kisah jatuh bangun dalam perjalanan cinta dan kehidupan. Disajikan dengan elaborasi quotes di setiap halamannya, mampu memotivasi para pembaca yang tengah menikmati kisahnya.

Parviz Shipping Company hancur terdisrupsi lawan-lawan tak kasat mata yang menyebabkannya merugi triliunan rupiah. Memutar roda kehidupan keluarga Parviz menuju titik terendah. Meninggalkan jejak trauma di dalam benak putera semata wayangnya, Denial Parviz. Aku adalah Denial yang terbelenggu mahluk asing bernama Trauma. Takut dan cemas hadir bersamanya, setiap kali aku bersinggungan dengan realita kejamnya dunia bisnis. Terlebih saat takdir selalu membawaku pada dunia itu, dunia yang sama sekali tak pernah kukehendaki. Hingga akhirnya aku dipertemukan dengan Millen yang juga diperdaya rasa trauma. Bersahabat dengannya seperti sepasang trauma yang mencoba hidup bersama.

Sanggupkah aku hidup dalam bayang-bayang trauma? Berhasilkah segala upayaku untuk menaklukannya? Atau justru rasa trauma lah yang akan terus menguasaiku? Berkali-kali aku mencoba untuk bangkit dari trauma itu dengan merintis berbagai jenis bisnis, berkali-kali pula aku jatuh dalam trauma yang lebih besar karena bisnis yang kujalankan berulang kali gagal. Sampai pada akhirnya aku bertekad untuk mengakhiri hidupku dengan cara yang sia-sia, bunuh diri. Sayangnya, Millen dan Reynand datang sebelum aku mengakhiri hidupku. Millen, gadis yang diam-diam kucintai itu memintaku untuk mencoba untuk kembali bangkit dari trauma dan kembali merintis bisnis (sekali lagi).

International Competition 2020

SB-IPB Menyelenggarakan International Competition 2020

Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) menyelenggarakan International Competition 2020 yang merupakan bagian rangkaian acara dari International E-Conference BIEC 2020 (Business Innovation and Engineering Conference) dan 2nd ICRMIA 2020 (International Conference on Risk Management as Interdisciplinary Approach), serta E-summer course Business Innovation and Management (BIM) 2020. Peserta yang dapat mengikuti International Competition 2020 adalah peserta yang terdaftar pada kegiatan International E-Conference dan E-Summer Course tersebut.

Kategori pemenang dalam International Competition 2020 ini terdiri dari 1) kegiatan E-summer course Business Innovation and Management (BIM) 2020 dengan dua kategori, yaitu Best Innovative Solution dan Best Genuine Solution; 2) kegiatan BIEC 2020 (Business Innovation and Engineering Conference) dan 2nd ICRMIA 2020 (International Conference on Risk Management as Interdisciplinary Approach) masing-masing kategori Best Undergraduate (S1) Student Paper dan Best Undergraduate (S1) Student E-Poster. Setiap kategori diraih oleh tiga kelompok terbaik.

International Competition untuk kegiatan E-summer course Business Innovation and Management (BIM) dinilai dalam bentuk paper dan presentasi essay dengan mengangkat studi kasus di berbagai industri seperti industri makanan dan minuman, jasa ekspedisi, kesehatan, pertanian dan pariwisata dengan topik tentang inovasi di era normal. Proses penyusunan essay dilakukan selama kegiatan E-summer course berjalan, sementara materi-materi yang disampaikan oleh para dosen E-summer course dapat menjadi pengayaan dalam pembuatan essay competition tersebut.

Adapun kelompok yang menempati posisi pertama pada kategori The Most Genuine Idea Essay dengan tema “Digital Technology and Healthy Zoo Innovation in The New Normal After Covid-19 in Pandemic Era” yang diraih oleh kelompok:

  1. Arif Dzulfikar – IPB University
  2. Jessica Laurelia – Bandung Institute of Technology
  3. Intan Wahyu Pratiwi – IPB University
  4. Sulistiowati Nur Faimi – IPB University
  5. Sakurako Matsuzaki – Tokyo University of Agriculture

Sementara, kelompok yang menempati posisi pertama pada kategori The Most Innovative Essay dengan tema “ADM Express: An Automatic Machine for Delivering Packages using Technology as An Innovation in Expedition Service Sector” yang diraih oleh kelompok:

  1. Murodjon Urmonov – Putra Business School
  2. Siti Rosidah – IPB University
  3. Fathya Dhiya Ulhaq – IPB University
  4. Pangestika Krisnamurti – IPB University
  5. Syahidatul Nadia binti Bahurudin – University Utara Malaysia

Pada kategori Best Undergradute Student Paper BIEC 2020 diraih oleh Sijo G. Joy, Adhil Iqbal, Robin David, Anandu M. S, Sharukhan S dari Vidya Academy of Science and Technology Technical Campus, Kilimanoor, Trivadrum, Kerala, India dengan judul paper Development and Performance Evaluation of Environment-Friendly Thermal Insulation Material from Floating Weed Salvinia Molesta and Rice Straw, sementara kategori Best Undergradute Student E-Poster BIEC 2020 diraih oleh Nastasya Larasati Lontoh dan Andina Oktariani dari Sekolah Bisnis IPB University dengan judul Setting Up Sustainable Development Of Social Enterprises Model In Indonesia.

Pada kategori Best Undergradute Student Paper ICRMIA 2020 diraih oleh Dystiana Putri Abistha, Henny K. Suwarsinah, Annisa Ramadanti dari Sekolah Bisnis IPB University dengan judul Operational Risk Management in the Digital Food Supply Chain Business of Etanee, sementara kategori Best Undergradute Student E-Poster ICRMIA 2020 diraih oleh Savelia Salsa Bila, Agustina Widi Palupiningrum, Hartoyo dari Sekolah Bisnis IPB University dengan judul Analysis of The Operational Risk Management of Agrotourism PTPN. VIII Gunung Mas Puncak, Bogor West Java.

E-Summer Course BIM

E-Summer Course Business Innovation and Management 2020

(Bogor, 20 Juli 2020) Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) telah mengadakan opening E-Summer Course Business Innovation and Management (BIM) 2020 yang mengusung topik “The New Dynamics of Business Innovation & Engineering: Creating and Protecting Value in the Era of Industry 4.0 & Society 5.0”. Pembukaan menghadirkan Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si dengan memberikan sambutan langsung kepada seluruh peserta.

BIM merupakan program kerjasama antara IPB University, Indonesia; University Utara Malaysia, Putra Business School, Malaysia; Hiroshima University, Jepang; Warsaw University of Life Sciences, Polandia; and Kirirom Institute of Technology, Kamboja. E-Summer Course BIM akan diselenggarakan dalam konsep virtual pada 20 – 28 Juli 2020. Kegiatan E-Summer Course BIM adalah kegiatan yang pertama kali diselenggarakan sebagai inisiasi/langkah awal membuat sebuah virtual platform dan jaringan global untuk memfasilitasi para mahasiswa lintas negara dengan pengayaan pengetahuan dan menjelajahi pengalaman internasional dari rumah mereka. Sebanyak 172 peserta dari 11 universitas telah mendaftar dalam program ini. Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) menyambut mahasiswa dari departemen lain di IPB University, universitas lain di Indonesia dan universitas negara lain. Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini berasal dari 14 negara yaitu : Indonesia, Malaysia, Jepang, Kamboja, Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Irak, Polandia, Arab Saudi, Uzbekistan, Vietnam, Somalia, dan Inggris Raya.

Rangkaian program E-Summer Course BIM ini diisi dengan kombinasi perpaduan para pengajar dari Sekolah Bisnis IPB University (Prof. Noer Azam Achsani, Dr. Idqan Fahmi, dan Dr. Hartoyo) dan universitas mancanegara, yaitu pengajar dari University Utara Malaysia (Associate Prof. Farizal Rajemi dan Dr. Emy Ezura), Putra Business School, Malaysia (Prof. Sazali Abdul Wahab dan Dr. Ahmad Shaharuddin); Hiroshima University, Jepang (Dr. Yusuke Hayashi); Warsaw University of Life Sciences, Polandia (Dr. Rafal Balina); dan Kirirom Institute of Technology, Kamboja (Dr. Masamu Kamaga). Ada 10 dosen pengajar topik khusus yang disesuaikan dengan tema umum dalam rangkaian online course, seperti daya saing bisnis, inovasi, keberlanjutan, dan manajemen. Di akhir sesi para tim dosen dan peserta dapat menerbitkan international book chapter yang diambil dari berbagai pembelajaran selama proses summer course.

Peserta E-Summer Course dibagi dalam 30 kelompok yang terdiri dari 5-6 orang yang terdiri dari multistrata (Sarjana dan Pascasarjana). Rentang waktu yang harus disediakan oleh peserta adalah 8 jam per hari untuk menyelesaikan seluruh program. Program terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu Online Lectures (synchronous and/or asynchronous), Quiz/Self-Assessment, dan Team Assignments. Peserta harus mengambil bagian dalam online course/video lesson, menilai pengetahuan dan pemahaman mereka melalui kuis, terlibat dengan peserta lain dan mengkolaborasikan ide-ide inovasi mereka dengan mengerjakan tugas tim dan mengikuti international competition. Peserta didorong untuk mengeksplorasi pengetahuan dalam kerangka kerja logis agar dapat memahami dengan baik terkait topik yang diusung.

Kegiatan summer course yang berbasis online ini dirancang dengan metode perkuliahan yang interaktif. Salah satu model kegiatan yang merupakan bagian dari E-Summer Course yang sifatnya memicu interaktif para peserta dengan permainan Ecofunopoly, yaitu sebuah permainan edukatif berbasis lingkungan karya alumni IPB University. Kegiatan BIM ini memiliki bobot setara dengan 2 SKS dan dapat ditansfer nilainya. Selain program e-summer course, ada juga kompetisi essay untuk peserta yang termasuk dalam rangkaian kegiatan. Sesi kuliah online akan dimulai pada 21-25 Juli dan akan ditutup pada 27 Juli dengan ujian akhir berupa Project Presentation yang merupakan bagian dari international competition. Peserta summer course secara otomatis terdaftar di international conference yang diselenggarakan oleh SB-IPB yaitu BIEC 2020 (Business Innovation and Engineering Conference) dan 2nd ICRMIA 2020 (International Conference on Risk Management as Interdisciplinary Approach) serta berpeluang untuk terlibat dalam internasional kompetisi.

Kegiatan e-summer course BIM 2020 ini ditutup dengan Business Innovation and Engineering Conference (BIEC). Diakhir kegiatan diumumkan tiga best student e-summer course, yaitu Nguyen Hanh Nhung (Tokyo University of Agriculture), Diana Marina dan Ardelia Nadhilah Rosyad (Sekolah Bisnis IPB University). Ketiganya dinilai memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyelesaikan berbagai quiz, essay, penugasan dan sangat aktif dalam proses pembelajaran. Ketiganya merasa bangga menjadi bagian dari E-summer course dan berharap kegiatan yang baik ini dapat dilaksanakan secara berkala karena dinilai memberikan pengalaman yang sangat menarik juga membekali kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengenali peluang bisnis, mengintegrasikan informasi, teori, dan praktik terbaik ke dalam analisis masalah organisasi bisnis. Selain itu juga memperkuat daya saing organisasi bisnis yang ada dalam menghadapi persaingan global, bekerja bersama dalam satu tim dan mengembangkan jaringan internasional serta mengkomunikasikan argumen secara efektif dalam format verbal dan tertulis kepada banyak pemangku kepentingan.

vlog – Copy

Kompetisi Video/VLOG Manajemen Risiko

Kompetisi Video/VLOG Manajemen Risiko di laksanakan pada 20 Juni – 20 Juli 2020. Lomba ini diselenggarakan oleh: Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) dan Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB).

Tema: “Mengelola Risiko Di Era Normal Baru”.

Sebentar lagi PSBB akan dicabut dan kita akan kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Namun, cara kita berinteraksi dengan orang lain dan berkegiatan sehari-hari tidak akan sepenuhnya sama karena kita akan masuk ke dalam era “Normal Baru”.

Ceritakan seperti apa dunia-mu di era normal baru nanti dengan cara yang paling menarik, khususnya tentang risiko apa yang menanti dan cara penanganannya ala generasi muda Indonesia yang kreatif dan penuh ide cemerlang melalui video atau vlog maks. 3 menit (sudah termasuk opening countdown title dan credit title).

Video yang mengingatkan kita akan adanya risiko dalam keseharian kita di era normal baru, memberikan usulan solusi yang out of the box namun jitu untuk menanganinya, dan dikemas dalam sebuah tontonan yang menghibur namun menginspirasi, itulah video/vlog yang akan menjadi jawara kompetisi ini..!

105494253_145975957104226_3985740247765642408_n

Business Talks Series #7: Coping Behavior Individu dan Keluarga Terhadap Pandemi COVID 19

Bogor, 29 Juni 2020 — Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) kembali menyelenggarakan Business Talk Series (BTS) edisi ketujuh pada hari Senin (29/6). SB-IPB berkolaborasi dengan Fakultas Ekologi Manusia IPB University (FEMA IPB) berkesempatan menjadi host Webinar Series kelima yang diadakan Asian Association for Consumer Interest and Marketing (AACIM) yang bekerja sama dengan London School of Public Relation (LSPR), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), STIE Perbanas, dan BPKN. Webinar ini mengangkat topik “Coping Behavior Individu dan Keluarga Terhadap Pandemi Covid-19”.

Dalam webinar ini diundang lima pembicara, yaitu (1) Ir. Yahya Agung Kuntadi, MM memaparkan perihal Quo Vadis The Rational Thinking in Covid19 Pandemic (2) Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc berbicara tentang membentuk karakter SDM di era TUNA (3) Dr. Megawati Simanjuntak,

SP, M.Si mengangkat topik mengenai Strategi Coping Keluarga Indonesia Menghadapi Pandemik Covid-19 (4) Prof. Dr. Ir. Yosini Deliana, MS menjelaskan tentang Pergeseran Pola Belanja Konsumen di Masa Pandemi Covid-19; dan (5) Dr. Yudha Heryawan Asnawi, MM yang menutup sesi webinar dengan pembahasan terkait Fakta Sosial di Masa Pandemi Covid-19 dari sudut pandang etika dan bisnis.

Webinar dibuka oleh pembawa acara dari Mahasiswa S1 SB IPB yaitu Neldo dan Maria Jacklyn tepat pukul 08.30 WIB. Acara dimulai dengan menampilkan video profil Sekolah Bisnis, FEMA, dan AACIM lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, sambutan oleh Prof. Dr. Noer Azam Achsani, MS selaku Dekan SB IPB dan Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc selaku Presiden AACIM. Setelahnya, webinar diambil alih oleh Moderator yaitu Hanif dan Fitry Primadona. Satu persatu pembicara diberikan kesempatan selama sepuluh menit untuk memaparkan materinya masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diisi dengan beberapa pertanyaan dari peserta pada masing-masing sesi. 

Ir. Yahya Agung Kuntadi, MM mengatakan bahwa alur pikiran yang dimiliki oleh manusia ini dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu rasional dan emosional. Pikiran rasional bersandar pada logika dalam menanggapi fenomena yang dianalisis dengan proses tertentu dan tertata sementara pikiran emosional bertumpu pada perasaan yang dianalisis secara cepat dan tidak ada aturan bakunya. Pemikiran rasional dibutuhkan manusia untuk membuat suatu keputusan di tengah kondisi yang tidak pasti seperti halnya pada kondisi saat ini di masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Dr. Ir. Dwi Hastuti berfokus pada dampak psikis yang dialami keluarga yang juga dihasilkan oleh pandemi Covid-19. “Solusi untuk menghadapi era baru adalah bagaimana membuat lingkungan bebas dari stres dan mencoba memanajemen hal tersebut, menstimulasi otak dengan hormon bahagia, relaksasi dengan aktivitas motorik yang ringan, juga mengonsumsi makanan yang baik. Selanjutnya, penting juga membangun emosi positif dan menciptakan sumber-sumber kebahagiaan dalam keluarga karena emosi adalah energi berkomunikasi, menyebarkan energi positif di sekitar kehidupan keluarga dan masyarakat.” Ungkapnya.

 Megawati Simanjuntak SP, M.Si menyampaikan bahwa kelurga merupakan unit terkecil yang terdampak covid-19, utamanya dari kondisi ekonomi atau sisi pendapatan. Perubahan yang terjadi menyebabkan banyak tenaga kerja yang dirumahkan atau PHK. “Berdasarkan data dari SEMRU Research Institute pada terjadi peningkatan persentase keluarga miskin di Indonesia akibat pandemi Covid-19 dari 8,2% menjadi 15,4%, selain itu perasaan keluarga juga menunjukkan hasil semakin buruk. Oleh sebab itu, setiap keluarga harus melakukan coping strategy dengan cara membatasi pengeluaran dan menambah aliran pendapatan” Ujarnya.

Prof. Dr. Ir. Yosini Deliana, MS mengatakan bahwa pergeseran pola belanja disebabkan oleh perekonomian yang terganggu akibat adanya PHK. “Pola belanja berbagai tipe konsumen saat pandemi ini dapat dilihat dari aspek pendapatan, produk yang dibeli, cara belanja, dan fokus barang yang dibeli. Antar generasi pun memiliki preferensi masing-masing. Namun, ada hal-hal yang tidak berubah di era baru misalnya harus ada experiential value, keinginan memperoleh harga yang fair, dan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan.” Jelasnya.

Sementara itu, Dr. Yudha Heryawan Asnawi mengatakan bahwa virtual market yang semakin meluas menyebabkan terjadinya market deconstruction yang mengalami pergeseran dari voluntary exchange menjadi ambiguity exchange, sehingga menciptakan coercive market atau “pasar yang dipaksakan” dan power reinforcement yang menekan resiliensi konsumen. Oleh karena itu, diperlukan aturan atau lembaga yang menjaga moral dan etika pada bisnis yang memenuhi tiga hal yaitu mendukung eksistensi manusia, sistem sosial, dan space of live. Webinar berakhir pada pukul 11.30 dengan closing statement dari Prof Ujang Sumarwan selaku presiden AACIM. (Faa/FK)

104529916_764506954086574_194313257580260926_n

Business Talk Series #6 : Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Penanganan Pandemi COVID 19

Bogor, 27 Juni 2020 — Sekolah Bisnis, IPB University (SB-IPB) kembali menyelenggarakan webinar Business Talk Series (BTS) edisi keenam pada Sabtu (27/6). Bekerjasama dengan Kementrian Keuangan, Bank Indonesia, dan Badan Pemeriksa Keuangan, webinar mengusung tema “Solusi Perekonomian Penanganan Pandemi Covid-19 Menghadapi Tantangan Akuntabilitas, Fleksibilitas, Kecepatan, dan Risiko Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional”. Webinar berlangsung melalui ruang meeting virtual zoom dan live streaming melalui akun Youtube Sekolah Bisnis IPB.

Business Talk Series edisi keenam menghadirkan tiga narasumber, di antaranya 1) Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, PhD menyampaikan topik mengenai Strategi dan Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Penanganan Pandemi Covid-19; 2) Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, PhD berbicara tentang dukungan BI untuk Pemulihan Ekonomi Nasional dan APBN; dan 3) Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI, Dr. Joko Agus Pramono menyampaikan topik tentang Strategi Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi COVID-19. Rektor IPB, Prof Dr Arif Satria, SP, MSi memberikan sambutan sekaligus membuka webinar business talk series secara resmi. Dekan SB IPB, Prof Dr Ir Noer Azam Achsani bertindak sebagai moderator. Webinar dibuka oleh Zahraa Zaahirah Abidin, SBns selaku pembawa acara pada pukul 13.00 WIB, dihadiri oleh berbagai stakeholder yang terdiri dari para mitra, dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum yang berprofesi sebagai pebisnis, eksekutif, politisi, birokrat maupun NGO.

Dinamika pandemi covid-19 di dunia menyebar secara cepat dan luas dalam waktu yang singkat menciptakan krisis kesehatan dengan belum ditemukannya vaksin, obat, serta keterbatasan alat dan tenaga medis. Pandemi ini membawa efek domino terhadap aspek sosial, ekonomi, dan keuangan. Berhentinya aktivitas ekonomi berdampak pada penyerapan tenaga kerja, kegiatan konsumsi, investasi, dan ekspor-impor.

Sri Mulyani Indrawati, PhD mengatakan bahwa “Perlambatan terjadi pada seluruh komponen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga hanya tumbuh 2,97% pada kuartal 1 tahun 2020. Pertumbuhan sektoral pada sektor-sektor utama penopang perekonomian nasional juga mengalami perlambatan, sektor primer yang terdiri dari pertanian dan pertambangan hanya tumbuh 0,18%, sektor sekunder yang terdiri dari manufaktur, konstruksi, listrik, gas, dan air tumbuh 2,38%, dan sektor tersier yang terdiri dari perdagangan, infokom, transport dan gudang, jasa keuangan dan asuransi, serta jasa-jasa lainnya.” 

“Pendapatan negara dan belanja negara juga mengalami pertumbuhan negatif dibanding tahun lalu, sedangkan belanja negara, sedangkan defisit mengalami peningkatan secara nominal maupun rasio terhadap PDB lebih tinggi dibanding tiga tahun terakhir. Anggaran biaya penanganan covid-19 untuk menangani kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, dunia usaha, dan pemda mencapai defisit Rp695,20 Triliun.” lanjutnya.

Dari sisi kebijakan moneter dan operasi moneter, Bank Indonesia memberikan dukungan untuk pemulihan ekonomi nasional dan APBN melalui kewenangan BI yang diatur dalam UU No 2 Tahun 2020 tentang penetapan perppu nomor 1 tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan menjadi UU. “Bauran kebijakan Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi nasional dalam penanganan covid-19 dilakukan melalui enam aspek diantaranya (1) penurunan suku bunga; (2) stabilisasi nilai tukar rupiah; (3) pasar uang dan valuta asing; (4) pelonggaran likuiditas; (5) pelonggaran makroprudensial; dan (6) sistem pembayaran” Ujar Perry Warjiyo, PhD selaku Gubernur BI.

Selanjutnya Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Dr Joko Agus Pramono mengatakan bahwa peran BPK dalam penanganan Covid-19 di Indonesia yakni memastikan accountability for All yang tepat, transparan, akuntabel dan patuh pada ketentuan kondisi darurat. Selanjutnya, sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Prof Azam selaku moderator melontarkan beberapa pertanyaan yang dirangkum dari berbagai pertanyaan peserta webinar yang disampaikan melalui ruang chat di aplikasi Zoom maupun Youtube. Acara webinar ditutup dengan close statement dari Prof Arif Satria selaku rektor IPB University sebelum dikembalikan ke pembawa acara. Di akhir, peserta webinar merespon positif kegiatan business talk series.(FK)

DSJGKJSDG

Seminar Nasional HA SB-IPB

Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB University menyelenggarakan Seminar Nasional setiap hari Jumat melalui Zoom Meetings pukul 09.00 – 10.30 WIB pada bulan Juni 2020, jumlah partisipan yang mengikuti diskusi ini sebanyak 50-200 orang. Tujuan dari diselenggarakannya seminar diskusi ini adalah untuk memperluas pengetahuan serta membahas isu isu aktual dan sarana silaturahmi berbagai stakeholder. Seminar diskusi ini diselenggarakan mulai dari bulan Mei, pada bulan Juni diselenggarakan sebanyak 4 kali.

Hari Jumat 05 Juni 2020 diselenggarakan diskusi keenam yang mengundang narasumber Dr. Ir. Sri Hartono, MM, CMA, CHRA. Beliau merupakan CEO BMS Group, CEO PT. Catur Pilar Jaya, Sekretaris Jenderal AACIM dan dosen Pascasarjana UMB Jakarta. Seminar ini dimoderatori oleh Muhammad Harun Al Rasyid, STP, MM. Diskusi kelima ini mengangkat tema “Tips and Tricks Tantangan Marketers di Era New Normal”, hal yang dibahas mengenai perubahan karena adanya pandemi Covid-19 yang memberikan dampak pada perubahan perilaku konsumen, daya beli masyarakat, sistem distribusi, variasi produk, akses terhadap informasi, dan juga isu harga. Selain itu diskusi kali ini membahas mengenai 9 langkah survive di era New Normal diantaranya mengoptimalisasi media sosial dan tetap terhubung dengan pelanggan, memastikan Brand yang paling tanggap, memberikan layanan terbaik, membangun kesan yang mendalam dan tips penting yang lainnya.

Tema yang diusung pada diskusi ketujuh himpunan alumni Sekolah Bisnis IPB University tanggal 12 Juni 2020 yaitu “Memprakirakan dampak New Normal terhadap Kesehatan Masyarakat dan Perekonomian”. Materi diskusi dipaparkan oleh Narasumber Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec. Beliau menyampaikan pada saat era normal ekonomi berada dalam keseimbangan lalu adanya shock atau guncangan pandemi Covid-19 membuat ekonomi menjadi tidak seimbang sehingga harus melakukan penyesuaian, ada beberapa pilihan diantaranya diserahkan saja “ke alam” untuk melakukan (Herd Immunity) atau menerapkan intervensi/ kebijakan pemerintah; mengatasi sumber goncangan dan mengatasi dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan sumber goncangan.

Diskusi minggu selanjutnya pada 19 Juni 2020. Tema yang diusung adalah “ Enterprise Risk Management” dengan Narasumber Laksamana Madya (Purn) TNI Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc dan Moderator Resista Vikaliana, S.Si, MM. Enterprise Risk Management (ERM) adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha, baik risiko kredit, risiko operasional, maupun risiko-risiko lainnya dalam upaya memaksimalkan nilai perusahaan. ERM ini akan bermanfaat bagi perusahaan di era New Normal agar perusahaan bisa bertahan hidup dan tetap berkembang maju. Diskusi kesembilan pada 26 Juni 2020, Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB mengundang Narasumber Dr. Sufrin Hannan, EPC. dan Moderator Zahraa Zahira mengusung tema diskusi “Passion dan purpose Pasca Pandemi; sebuah pendekatan Coaching”, Ada 3 poin pembahasan pada diskusi kali ini yaitu Pandemi dan Perubahan Strategi “Leader”, memahami dan mengembangkan passion dan purpose, serta pendekatan Coaching. Diskusi Himpunan Alumni Sekolah Bisnis IPB University ini akan berlanjut pada bulan berikutnya, diharapkan dari adanya diskusi ini sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan yaitu menambah pengetahuan terhadap isu-isu aktual dan kebijaksanaan dalam menyikapi hal–hal tertentu.

104306053_110405820596867_2639641236926911433_n

Seleksi Program Doktor (S3) Periode 1 tahun 2020

Sekolah Bisnis IPB University telah melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis Periode 1 Tahun 2020 pada tanggal 19-20 Juni 2020. Seleksi yang dilaksanakan berupa wawancara yang dilakukan oleh para calon mahasiswa untuk mempresentasikan rencana proposal disertasi yang telah dibuat serta menjelaskan latar belakang, motivasi kuat dan target pencapaian yang ingin diraih jika mengikuti Program Doktor Manajemen dan Bisnis SB-IPB University.

Seleksi kali ini cukup berbeda karena wawancara dilakukan secara online melalui Zoom Clouds Meeting. Hal ini karena masih menghadapi kondisi pandemi Covid-19 yang masih perlu menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan persiapan yang memadai antara calon mahasiswa dengan panitia seleksi serta evaluator yang terdiri dari para Dosen dan Guru Besar SB-IPB dan Pascasarjana IPB, maka seleksi penerimaan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Adanya kemudahan teknologi mendukung agenda SB-IPB tetap berjalan seperti biasa.

Sekolah Bisnis IPB University membuka penerimaan Program Doktor Manajemen dan Bisnis sebanyak dua kali dalam setahun. Sementara perkuliahan akan dimulai ketika penerimaan periode dua selesai yaitu pada bulan Agustus mendatang. Pendaftaran juga dilakukan secara online melalui laman www. admisi.ipb.ac.id. SB-IPB sedang membuka penerimaan Program Doktor Manajemen dan Bisnis Periode II Tahun 2020 dengan batas akhir pendaftaran pada 15 Agustus 2020. 

103398596_316345472700588_8165166327391983059_n

CEO Talk & Entrepreneurial Development Forum : Building Leader’s Resilience During and Post Covid-19

Bapak Dr. Ir. Yunus Triyonggo, MM., CAHRI yang merupakan HR & GA Director PT Bridgestone Tire Indonesia menjadi narasumber pada kelas Kapita Selekta Manajemen Bisnis (KSMB) angkatan E70 pada hari Sabtu tanggal 13 Juni 2020 pukul 10.30-12.00 WIB. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB University, Magister (S2) Manajemen Universitas Diponegoro dan Doktor (S3) Manajemen dan Bisnis dari SB-IPB University. Beliau telah bekerja di berbagai perusahaan papan atas seperti Indofood, Sampoerna, Unilever, dan Nestle. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan materi “Building Leaders Resilience during and post Covid-19”.

Narasumber menyampaikan fakta-fakta mengenai kondisi saat wabah Covid-19 seperti pengangguran yang meningkat, GDP yang menurun, serta pertumbuhan ekonomi yang cenderung menurun di seluruh dunia. Terdapat beberapa sektor bisnis yang terpuruk tetapi juga terdapat sektor bisnis yang berkembang dalam masa pandemi. Hal tersebut menuntut para pelaku bisnis untuk mampu menghadapi tantangan tersebut untuk tetap bertahan dan beradaptasi melakukan transformasi.

Resilience atau ketahanan adalah kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi keadaan yang menantang (challenging circumstances). Lalu, siapakah yang dimaksud resilience leaders? Resilience leaders have (1) the ability to cope with disruption, changes in direction and adversity, without engaging in dysfunctional behavior, dan (2) the ability to adapt under immense pressure, all whilst maintaining their high energy, and continuing to instill confidence in their employees and customers. Untuk membangun resilience leaders, seorang pemimpin perlu memiliki karakteristik self-leading, physical well-being, supportive networks, coping skills, flexibility of thought, dan positive attitude.

Terdapat 6 tips untuk yang dapat dilaksanakan dengan tim untuk tetap bertahan: (1) have an informal check-in daily, (2) communicate and then communicate some more, (3) spread the word around when good things happen, (4) keep feedback lines open, (5) be aware of specific challenges faced by all, dan (6) be patient. Sebagai contoh terdapat beberapa kasus perusahaan yang merespon cepat terhadap pandemi Covid-19 seperti Ibu Nurhayati Subakat dari PT Paragon Technology and Innovation yang memberikan bantuan alat kesehatan dan alat pelindung diri, Bapak Garibaldi Thahir dari PT Adaro Energy Tbk yang menginisiasi untuk bersama-sama, bersinergi dengan semua pihak dalam mengatasi dan mempercepat penanggulangan Covid-19, Bapak Chairul Tanjung dari CT Corp yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk pembangunan bangsal Health Care Unit (HCU) dan ICU di RS Airlangga Surabaya. Para pelaku bisnis dituntut beradaptasi dengan melakukan transformasi dalam bisnis mereka.

Setelah pemaparan materi, mahasiswa aktif berdiskusi dan sharing pengalaman pada masa pandemi Covid-19. Terdapat beberapa mahasiswa yang mengambil peluang dengan mengembangkan usaha pest-control melalui desinfektan ruangan dan hand-sanitizer, ada juga yang bertransformasi dengan memproduksi masker. Resilience leaders dituntut untuk bergerak cepat (speed), agility to change, dan melakukan PDCA yang siklus atau perputarannya lebih cepat. Terima kasih banyak Pak Yunus, semoga bisa datang ke SB-IPB secara langsung di lain kesempatan.