Yohanes Dewantoro Wakili SB IPB University sebagai Best Presenter di Forum ABEATS 2025

yohanes
Berita

Yohanes Dewantoro Wakili SB IPB University sebagai Best Presenter di Forum ABEATS 2025

Kazakhstan, 28 November 2025 – Yohanes Baptista Anton Dewantoro, mahasiswa Program Doktor Manajemen dan Bisnis SB IPB University angkatan DMB 23, mencatat prestasi akademik pada ASEAN Business, Engineering, and Technology Symposium (ABEATS) 2025 di Almaty, Kazakhstan. Pada kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai institusi internasional ini, Yohanes terpilih sebagai Best Presenter melalui penilaian panel ahli. Penghargaan tersebut menunjukkan kualitas argumentasi dan kematangan analitis yang ia tampilkan dalam sesi presentasi. Capaian ini menegaskan kompetensi mahasiswa SB IPB University dalam forum ilmiah tingkat global.

Dalam paparannya, Yohanes mengangkat topik pemanfaatan AI, IoT, dan blockchain untuk model bisnis kewirausahaan hijau dalam pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Tema tersebut menarik perhatian karena menawarkan rancangan integratif antara teknologi digital dan konservasi lingkungan. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan transformasi pengelolaan ekosistem gambut di berbagai negara tropis. Kontribusi tersebut memperlihatkan arah riset mahasiswa SB IPB yang berpijak pada isu strategis dan keberlanjutan.

Partisipasi Yohanes pada ABEATS 2025 mencerminkan peran aktif mahasiswa SB IPB dalam jaringan akademik regional. Keterlibatannya menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional. Aktivitas semacam ini juga memperluas jejaring profesional mahasiswa pada bidang teknologi, lingkungan, dan kewirausahaan. Hal tersebut berpotensi memperkuat kolaborasi riset lintas negara pada masa mendatang.

Prestasi yang diraih dalam forum ini menambah rekam jejak kontribusi mahasiswa SB IPB dalam menghasilkan gagasan aplikatif untuk tantangan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran karya yang berbasis teknologi dan keberlanjutan menjadi refleksi dari orientasi akademik program doktor di SB IPB University. Dengan dukungan ekosistem penelitian yang kolaboratif, mahasiswa memiliki ruang luas untuk mengembangkan penelitian berdampak. Capaian Yohanes menjadi bukti konkrit bahwa inovasi ilmiah dari kampus dapat menjawab isu lingkungan global secara relevan.