SB IPB Bekali Mahasiswa Keterampilan Pertolongan Pertama pada Kondisi Tersedak dan Pingsan
SB IPB Bekali Mahasiswa Keterampilan Pertolongan Pertama pada Kondisi Tersedak dan Pingsan
Bogor, 23 Mei 2026 — Sekolah Bisnis IPB kembali melaksanakan rangkaian program Life Ready dalam skema Hibah Softskill melalui kegiatan pelatihan bertema “Pertolongan Pertama: Tersedak dan Pingsan” pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Merak Gedung C SB IPB. Kegiatan ini diikuti oleh 19 mahasiswa Program Sarjana sebagai bagian dari penguatan kemampuan dasar penanganan kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Pelatihan menghadirkan narasumber dr. Agil Wahyu Wicaksono, M.Biomed yang dibantu oleh 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran IPB yang menyampaikan materi mengenai penanganan awal pada kondisi tersedak dan pingsan, dua kondisi darurat yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari namun memerlukan respon cepat dan tepat untuk mencegah risiko yang lebih serius.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa tersedak dapat menyebabkan hambatan jalan napas yang berpotensi mengganggu suplai oksigen ke tubuh apabila tidak segera ditangani. Sementara itu, kondisi pingsan dapat menjadi tanda adanya gangguan sirkulasi, kelelahan, dehidrasi, maupun faktor medis lainnya yang memerlukan penanganan awal secara tepat sebelum bantuan medis tersedia.
Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah pertolongan pertama, mulai dari identifikasi kondisi korban, memastikan keamanan lingkungan sekitar, pemeriksaan respons korban, hingga teknik dasar penanganan tersedak dan penanganan awal pada korban pingsan. Materi juga menekankan pentingnya ketenangan, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang cepat dalam situasi darurat.
Sebagai bagian dari pembelajaran aplikatif, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan manekin untuk menstimulasikan penanganan kondisi darurat. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan teknik pertolongan pertama pada korban tersedak, pemeriksaan respons korban pingsan, hingga langkah awal cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebagai bantuan hidup dasar apabila korban mengalami kondisi yang mengarah pada henti napas atau henti jantung akibat sumbatan jalan napas. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan narasumber sehingga peserta dapat memahami teknik dasar penanganan secara lebih sistematis dan tepat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, dan latihan bersama yang mendorong partisipasi aktif mahasiswa selama pelatihan. Selain meningkatkan pemahaman teknis, pelatihan ini juga menjadi sarana penguatan kesadaran bahwa respon awal yang tepat dapat memberikan dampak penting terhadap keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Melalui rangkaian program Life Ready, Sekolah Bisnis IPB terus berupaya mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga keterampilan praktis, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Editor: Hapriza Aprilia