DSC06648

Halal Bihalal 1443H SB-IPB Media Silaturahmi dan Pengingat menjadi Insan yang Bermanfaat

Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) menyelenggarakan acara Halal Bihalal 1443 H secara hybrid pada Sabtu, 28 Mei 2022. Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika SB-IPB baik dosen, tenaga kependidikan, staf, mahasiswa, alumni beserta tamu undangan. Hadir pula pimpinan IPB University yaitu Rektor Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si dan Wakil Rektor 3 Prof. Dr. Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop., IPU. Selain diselenggarakan secara offline di ruang P, Gedung B Kampus SB-IPB, acara halal bihalal ini dihadiri oleh 194 peserta secara daring melalui Zoom Clouds Meeting.

Kegiatan dipandu oleh Maipa Diapati dan Ramadhova Majdi selaku Master of Ceremony (MC). Acara diawali dengan sambutan pembuka yang disampaikan oleh Wakil Dekan SB-IPB, Dr. Ir. Idqan Fahmi, M.Ec. Dalam sambutannya beliau menyampaikan Pelajaran yang dapat kita ambil pada saat bulan Ramadhan, kita dibiasakan untuk bekerja keras namun amalan harus ditambah, dan disiplin terhadap waktu menjalankan puasa dan berbuka”. Beliau mewakili Sekolah Bisnis IPB mengucapkan selamat idul fitri kepada seluruh hadirin dan berharap adanya Ramadhan 1443 H yang telah dilalui dapat memberikan dampak positif bagi kita semua untuk menjadi insan pekerja keras dan juga disiplin layaknya yang dilakukan selama bulan Ramadhan.

Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian sambutan oleh Wakil Rektor 3 IPB. Dalam sambutannya, beliau memberikan cerita awal mula adanya kegiatan halal bihalal di Indonesia. Harapannya, kegiatan halal bi halal ini dapat menjadi kegiatan silaturahmi khususnya dalam keluarga Sekolah Bisnis, untuk menyambung kasih sayang antar sesama,” imbuhnya.

Acara inti merupakan penyampaian tausiah oleh Ir Adiwarman Azwar Karim, SE, MBA, MAEP. Penyampaian yang berbeda karena disela tausiahnya disertai dengan kuis untuk menarik antusiasme audiens. Ir Adiwarman mengingatkan bahwa salah satu amalan yang menjadikan kita sebagai ahli surga yakni untuk tidak memiliki rasa iri dengki dan memaafkan antar sesama sehingga tercipta hati yang bersih. Beliau juga menjelaskan “hikmah dari puasa ramadhan yang dapat dimaknai adalah untuk menjadi insan yang senang berbagi, memberikan banyak manfaat bagi sesama, serta sabar dalam berikhtiar dan berdoa”.

Pada akhir acara halal bihalal, Rektor IPB memberikan sambutan penutup secara daring. Prof. Arif Satria mengingatkan untuk selalu produktif dengan bekerja menjaga kualitas dan semangat serta berkolaborasi dalam kebaikan. “kemajuan dapat dicapai dengan kepemilikan kemampuan yang dihasilkan dari adanya usaha dan passion”, ungkap Rektor dalam sambutan penutupnya.

Kegiatan halal bihalal ini ditutup dengan foto dan ramah tamah bersama di Sekolah Bisnis IPB University.

Poster-ver.-feeds

SB IPB Gelar Ideanation 2021: Take a risk, Gain the Future

IDEATALKS 2021 merupakan acara utama dari IDEANATION berupa talkshow yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) School of Business IPB University. IDEATALKS 2021 diselenggarakan hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2021 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Pada IDEATALKS 2021 tema yang diangkat adalah “Take A Risk, Gain The Future”. IDEATALKS 2021 menghadirkan tiga orang pembicara hebat yang memberikan banyak wawasan menarik dan bermanfaat bagi seluruh yang hadir melalui zoom meeting.

Pembicara pertama adalah Andhika Sudarman, yang merupakan Pendiri dan CEO SejutaCita Indonesia. Andhika Sudarman membahas mengenai bisnis masa depan dalam masyarakat 5.0. Pembicara talkshow yang kedua adalah Raymond Chin, yang merupakan CEO dan Co-Founder Ternak Uang. Pesan yang diangkat dari pembicara kedua adalah bagaimana menghadapi resiko dan pengembalian uang yang tinggi dalam dunia usaha. Sementara itu Gita Savitri Devi, pembicara yang terakhir merupakan Penulis Rentang Kisah dan Secangkir Teh, Pembuat Konten, dan juga Pemilik Tesavara. Dalam kesempatannya, Gita Savitri membahas tentang bagaimana merangkul ketidakpastian dengan kreativitas.

14

SB-IPB Buka Program Inkubator Bisnis

Sekolah bisnis bekerja sama dengan Incubaccel (praktisi bisnis) melakukan Program MBKM Kewirausahaan SB IPB berupa akselerasi untuk mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha untuk mengembangkan ide bisnisnya menjadi usaha yang tervalidasi dan dapat di scale-up. Kegiatan tersebut berupa mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan bisnisnya dengan memberikan saran dan masukan konsultansi dalam praktik bisnis, memberikan arahan dalam melakukan pitching bisnis, serta memberikan penilaian laporan kegiatan.

kegiatan wirausaha ini dimulai tanggal 1-14 September 2021 yang di ikuti oleh 79 peserta. Pilihan program tersebut di antaranya Direct to Consumer (D2C) Business Initiative, Digital Platform Based Startup Initiative, serta Local Heroes Business Initiative.

Adapun learning outcomes yang ingin dicapai dalam program kewirausahaan di antaranya:
1. Mahasiswa mampu melakukan kerjasama dalam tim
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi peluang bisnis
3. Mahasiswa mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnisnya
4. Mahasiswa mengenal ekosistem wirausaha semenjak masih mahasiswa
5. Mahasiswa mendapatkan pengalaman didampingi secara langsung oleh mentor yang ahli di bidangnya
6. Mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk melakukan pitching bisnis
7. Mahasiswa mampu menyusun dan mengembangkan strategi bisnis

Luaran program yang diharapkan dari kegiatan kewirausahaan adalah sebagai berikut:

a. Tersedianya Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk kegiatan Kewirausahaan
b. Tersedianya dokumentasi pelaksanaan kegiatan kewirausahaan

pkm day 1

Inspirasi Berprestasi Melalui PKM

Sekolah Bisnis IPB menyelenggarakan sosialisasi kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa dengan tema kegiatan “Inspirasi berprestasi melalui PKM”, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dari mahasiswa SB IPB. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr Wachyu Hari Haji, beliau merupakan seorang reviewer nasional PKM Kemendikbud, pengembang, reviewer kegiatan KBMI, ASMI, dan KIBM Kemendikbud. Selain itu, beliau merupakan verifikator SMIKATMAWA Kemendikbud.

Acara diselenggarakan secara virtual melaui Zoom Meetings pada hari Selasa 08 Desember 2020, Pukul 19.30-21.30 WIB dan dibuka oleh Dekan Sekolah Bisnis IPB, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani. MS. Acara dipandu oleh moderator, Asep Taryana, STP, MM. Beliau merupakan  Reviewer KIBM dan Juri KIBM award Kemendikbud.

Pada awal pemaparan narasumber dan audience berinteraksi mengenai pernah kah mendengar atau mengetahui PKM. Mayoritas dosen maupun mahasiswa SB IPB telah mengetahui PKM. Setelah itu berlanjut membahas PKM, tujuan diadakannya PKM, hingga alasan mengapa harus mengikuti PKM. Tidak hanya penjelasan secara umum, namun juga membahas mengenai jenis-jenis PKM sampai cara menemukan ide dan inspirasi hingga penulisan ide untuk proposal PKM. Sumber inspirasi dapat dilihat melalui permasalahan dan kegelisahan publik sehingga meciptakan solusi berupa gagasan atau produk yang unik. Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan ide diantaranya adalah kebermanfaatan ide, keunikan, menarik, memberikan inovasi, spesifik kebaruan dan referensi atau data yang bisa diperoleh. Kata kunci dari ide kreatifitas mahasiswa adalah idenya harus nyentrik, Evolutif, dan menantang.

Jika telah memiliki ide segera tuliskan, karena menurut beliau ide itu belum dianggap ada kecuali sudah menjadi rangkaian kata-kata. Biasanya ide datang dari permasalahan atau adanya kesenjangan antara keinginan ide yang diangankan dengan kenyataan aktual.

Terdapat 8 bidang pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), diantaranya adalah PKM 5 bidang (PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian masyarakat, PKM Teknologi, PKM Karsa cipta), PKM Artikel Ilmiah,PKM Gagasan Tertulis, dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif. Dr. Wachyu menjelaskan setiap bidang program mulai dari kriteria seperti inti kegiatan, jumlah anggota, output atau luaran, substansi proposal, dan karakteristik setiap program. Contohnya pada PKM Kewirausahaan, mahasiswa diharapkan dapat menciptakan suatu produk inovasi yang sebelumnya sudah ada survey pasar dan terbukanya peluang pasar serta tidak menjadi kompetitor poduk sejenis yang merupakan penghasilan masyarakat, proposal harus mampu menggambarkan peluang dan rencana usaha yang akan diajukan, serta potensi keberlanjutannya, anggota dari PKM Kewirausahaan berjumlah 3 sampai 5 orang, output dari program ini adalah laporan kemajuan, laporan akhir dan Artikel ilmiah Produk Usaha.

Muara dari PKM ini adalah PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional),langkah-langkah menuju PIMNAS dimulai dari  pengajuan proposal, proposal terpilih untuk didanai dan melakukan pelaksanaan program maka langkah selanjutnya adalah monev atau monitoring evaluasi, hasil dari monitoring evaluasi ini menjadi penentu lolos atau tidak tim tersebut ke PIMNAS. Pada sesi akhir pemaparan beliau menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan agar lolos PIMNAS diantaranya harus memiliki skill komunikasi : menulis dan persentasi, patuh terhadap pedoman dan disiplin. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pengumuman kompetisi proposal PKM tingkat Sekolah Bisnis IPB.

Harapannya dengan diadakannya sosialisasi PKM ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai PKM dan memberikan inspirasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk menciptakan ide. Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai langkah SB untuk mempersiapkan proposal dan tim terbaik yang siap mengikuti PKM dan PIMNAS 2021

pkm day 2

Mentoring Penulisan Proposal dan Tips Lolos Pendanaan PKM 2021

Pada hari Rabu, 09 Desember 2020 Sekolah Bisnis IPB menyelenggarakan sosialisasi kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa dengan tema kegiatan “Mentoring Penulisan Proposal dan Tips Lolos Pendanaan PKM 2021”, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan mengenai penulisan proposal PKM agar lolos didanai dan lolos PIMNAS. Acara diselenggarakan secara virtual melaLui Zoom Meetings pukul 08.30-11.30 WIB dan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Bisnis IPB, Dr. Ir. Idqan Fahmi, M.Ec.  

Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr Wachyu Hari Haji, beliau merupakan seorang reviewer nasional PKM Kemendikbud, pengembang, reviewer kegiatan KBMI, ASMI, dan KIBM Kemendikbud. Selain itu, beliau merupakan verifikator SMIKATMAWA Kemendikbud.

Narasumber menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatiak berdasarkan sudut pandang Reviewer, Tips agar lolos seleksi diantaranya utamakan kualitas. Beliau juga memaparkan mengenai alasan proposal ditolak yaitu salah format atau Administrasi (tidak sesuai panduan), topik proposal yang sering diajukan, berulang atau sudah sangat umum, dan tujuan proposal tidak sesuai dengan bidang progam yang akan diikuti. Format penulisan merupakan hal yang pertama kali di periksa, format penulisan PKM secara umum meliputi layout A4 dengan Margin Kiri: 4 cm; Atas, Kanan, Bawah 3 cm, jenis huruf, Times New Roman 12, Spasi, 1,15 (jarak antar alinea boleh tidak 1,15), Nomor halaman, Daftar isi : Kanan Bawah (i, ii, iii),  Bab 1 Pendahuluan sd. Lampiran  : Kanan Atas (1,2,3,4….), jumlah Halaman : Bab 1 Pendahuluan sd. Daftar Pustaka : Maksimal 10 Halaman.

Setelah itu, narasumber memaparkan format penulisan dari 8 bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mulai dari PKM 5 bidang (PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian masyarakat, PKM Teknologi, PKM Karsa cipta), PKM Artikel Ilmiah,PKM Gagasan Tertulis, dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif. Mulai dari pemaparan cover dan lembar pengesahan yang dibuat secara terpisah, sistematika penulisan setiap BAB, Lampiran biodata pendapimg dan anggota, surat pernyataan ketua, susunan organisasi tim, dan daftar pustaka. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, mahasiswa bertanya mengenai ide yang digagas lebih relevan dengan bidang mana, dan beberpaa mahasiswa yang telah mengikuti PKM bertanya mengenai gagasan PKMnya yang tidak lolos PIMNAS dan faktor-faktor apa saja yang membuat ide tersebut tidak lolos. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pengumuman kompetisi proposal PKM tingkat Sekolah Bisnis IPB.

Harapannya dengan diadakannya sosialisasi PKM ini mahasiswa SB IPB dapat merancang proposal sesuai dengan pedoman PKM terbaru dan mendapatkan pemahaman menyusun proposal dari sudut pandang riviewer. Selain itu, sosialisasi ini juga sebagai langkah SB untuk mempersiapkan proposal dan tim terbaik yang siap mengikuti PKM dan PIMNAS 2021

WhatsApp Image 2021-06-07 at 10.08.51

SB IPB Gelar Pelatihan Daring Praktek Kepemimpinan di Era Kenormalan baru

Sekolah Bisnis IPB kembali melakukan kerjasama Pelatihan daring untuk peningkatan softskill mahasiswa yang dilaksanakan 2 hari di bulan Agustus 2020, dengan tema Praktek Kepemimpinan di Era Kenormalan Baru. Adapun Fasilitator Utama : Drs. Istoto Suharyoto, MM. Sasaran Kegiatan ini adalah sekitar 80an mahasiswa Angkatan 55 Sekolah Bisnis IPB.

Kebutuhan yang hendak dipenuhi dari training ini adalah

  1.  Safety need : Peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (KSA) mengenai praktek kepemimpinan dalam keadaan kekinian.
  2. Esteem : Menyiapkan diri memenuhi kebutuhan kompetensi sesuai kebutuhan dan tantangan zaman.
  3. Self-actualization : Menjadi pribadi Up to date dan mampu menjawab kebutuhan dan tantangan zaman.

Learning objectives dari pelatihan ini adalah, setelah mengikuti pelatihan daring dua hari ini dengan sungguh-sungguh, melaksanakan instruksi fasilitator belajar, maka peserta:
1. Menyadari keadaan kekinian yang sudah dan terus bakal berubah dan memerlukan perubahan mindset untuk terus mampu bertahan dan memenangkan persaingan.
2. Mengenali faktor-faktor internal diri penentu kepemimpinan unggul seorang Leader kekinian yang fleksibel dan memiliki agility menyiasati perubahan dan keadaan.
3. Menguasai kompetensi komunikasi dan interaksi kepemimpinan untuk sukses menginspirasi anggota mencapai tujuan-tujuan bersama dalam kondisi kekinian.
4. Mengoptimalkan potensi kepemimpinan diri untuk menjadi leader unggul, berintegritas dan berprestasi progresif. Menjadi Leader berintegritas, solutif, inspiratif dan kompeten untuk team yang kompak dan berprestasi optimal.

Pokok materi pelatihan ini adalah:

  1. Menyadari Keadan Sekarang. Memotret present state Leadership.
    Menggali informasi keadaan saat ini dan kedepan serta membangun kesadaran kepemimpinan kekinian. Menemukan dan menyadari keadaan perkembangan budaya manusia, perkembangan industri, perkembangan teknologi dan informasi, dan tantangan kepemimpinan kekinian.
    Memahami betapa pentingnya membangun team distnce, interaksi komunikasi intensif distance, menangani team dalam menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dll.
  2. Leadership Mindset. Mengakses sumber daya diri kepemimpinan berbasis kerja pikiran. Setiap orang adalah insan, pemilik jadi diri, menguasai pikirannya sendiri, perubahan dunia adalah buah pikiran manusia, menggali potensi kepemimpinan dunia dimulai dari memimpin diri, dan itu dimulai dari leading self mindset.
  3. Komunikasi alat sukses kepemimpinan, struktur, makna, tujuan, tantangan, dan kunci suksesnya, dan menyesuaikan dengan keadaan kekinian yang berbasis teknologi dan bermedia cyber.
  4.  Tantangan Kepemimpinan. Tantangan kepemimpinan masa kini : Berintegritas, berwawasan kedepan/solutif, menginspirasi dan kompeten dan diterapkan dalam kondisi kenormalan baru. Membangun team kuat dalam kondisi perubahan cepat. Membangkitkan mindset tepat, membangun dan mengembangakan koneksitas, menjadi dirigent team progresif, membangun budaya feedback, leading team sukses.

Terdapat 5 mahasiswa terbaik pada pelatihan yang diadakan dua hari ini, yaitu Rio Kevin, Krisna, Fairuz, Ramadhova, dan M. Wildan

pajak

Pelatihan Brevet Pajak AB SB IPB

Kebanyakan orang mengenal pajak hanya untuk memenuhi kewajibannya kepada negara, tanpa memiliki pengetahuan yang cukup apakah sudah benar sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk memahami pajak yang kita bayarkan, kita harus memahami secara komprehensif dari aspek hukum perpajakan, dasar pengenaan pajak, penetapan perpajakan, sengketa perpajakan, serta hak dan kewajiban wajib pajak.

Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, SB IPB menggagas Pelatihan AB Tax Brevet yang diadakan setiap hari Sabtu. Pelatihan ini mencakup 18 pertemuan yang berlangsung sejak 30 November 2019 hingga 11 April 2020. Dengan mengikuti Training AB Tax Brevet, manfaat yang didapat peserta adalah sebagai berikut:

1. Sertifikat Pelatihan Pajak Brevet AB akan menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan
2. Mempercepat ketrampilan analisa pajak sehingga memudahkan pekerjaan, khususnya yang
menduduki posisi akuntansi dan pajak
3. Bagi manajer, pemahaman ilmu perpajakan akan memudahkan mereka untuk mengontrol dan
memeriksa pekerjaan karyawan mereka terkait dengan perpajakan
4. Menciptakan staf pajak yang terampil
5. Persiapan mengikuti Sertifikasi Konsultan Pajak, baik untuk kepentingan pribadi maupun perusahaan
dibutuhkan saat ini
6. Memberikan pengetahuan teknis tentang pelaporan dan penghitungan pajak

Materi yang disampaikan pada Training AB Tax Brevet meliputi: KUP, PBB, BPHTB, BM, PPh Pot / Put, PPN, OP PPh, PPh Badan, Akuntansi Perpajakan, dan e-SPT. Pelatihan disampaikan dengan menggunakan teori dan praktek metode pembelajaran, diperkaya dengan diskusi, kasus, dan latihan soal. Praktisi yang kompeten, berpengalaman, dan konsultan pajak bersertifikat (BKP) mendukung penyampaian materi pembelajaran dengan baik. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan fasilitas berupa coffee break, bekal makan siang, modul dan sertifikat bagi para peserta.

Pelatihan Brevet Pajak AB berisi berbagai tanggapan positif dari para peserta. Puti Gaisani, peserta program Magister SB IPB mengatakan bahwa selama menempuh studi Brevet SB IPB sangat menyenangkan, apalagi para guru asyik dan menambah wawasan tentang perpajakan. Rachmat Ramadhan, peserta dari Universitas Pancasila juga menyampaikan bahwa pelaksanaan diklat ini baik, panitia sigap, dan fasilitas yang ada sangat mendukung pembelajaran. Peserta Diklat Brevet Pajak AB terdiri dari: berbagai latar belakang, seperti wirausaha, pegawai swasta, baik sarjana maupun pascasarjana lulusan IPB dan non IPB. Begitu banyak minat publik terhadap pelatihan ini, bahkan sebelum pelatihan berakhir, sudah ada puluhan calon peserta yang sudah mendaftar untuk pelatihan sesi selanjutnya. Admin Pelatihan Brevet Pajak AB ini merupakan mahasiswa angkatan R62 Program Studi Magister Manajemen dan Bisnis SB-IPB. Kegiatan ini memberikan pengalaman bagi kelas R62 untuk mengimplementasikan ilmu dari perkuliahan ke dalam praktek nyata seperti bagaimana strategi pemasaran, pengelolaan SDM dalam organisasi, pengelolaan keuangan dalam kegiatan bisnis dan proses administrasi lainnya. Dalam prosesnya, R62 Class juga mendapatkan pengalaman berupa tantangan dan cara mencari solusi atas tantangan tersebut dalam suatu aktivitas bisnis.

Kegiatan Kelas R62 ini juga didukung oleh pimpinan, dosen dan sivitas akademika Sekolah Bisnis IPB sehingga Pelatihan AB Tax Brevet dapat berjalan dengan lancar. Hasil bersih dari kegiatan Pelatihan Brevet Pajak AB sebagian digunakan untuk sumbangan kemanusiaan terkait pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung dan sebagian lainnya digunakan untuk mendukung kegiatan akademik Kelas R62. Semoga kegiatan Training Tax Brevet AB ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya dan membawa manfaat bagi peserta diklat, SB IPB dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

WhatsApp Image 2020-09-23 at 13.57.21

General Lecture “ Krisis Global : Bagaimana Kita Bersikap?” Oleh Dr. Ir. Anny Ratnawati, MS

Sekolah Bisnis IPB menyelenggarakan kuliah umum khusus untuk komunitas SB-IPB dengan narasumber Dr. Ir. Anny Ratnawati, MS (16/5). Beliau merupakan dosen di Sekolah Bisnis IPB, sekaligus praktisi yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ada 132 pesertamengikuti kuliah umum bertema “CrisisGlobal: How Do We Act?”. Kegiatan dibuka dan dimoderatori oleh Prof. Noer Azam Achsani selaku Dekan Sekolah Bisnis SB IPB pada pukul 10.00 WIB dilanjutkan dengan penjelasan pemateri. Data diperlihatkan Pada awal pemaparan ekonomi dunia dan prediksi pertumbuhan ekonomi global 2020 akan cukup tangguh. Dr.Ir. Anny Ratnawati juga menyampaikan bahwa angka prediksi tersebut tidak pernah terjadi dimana hampir semua negara mengalami kontraksi ekonomi secara bersamaan.Pada proyeksi pertumbuhan Indonesia sendiri menunjukkan divergensi ditengah ketidakpastian yang diprediksi oleh berbagai institusi.

Dr.Ir.  Anny sempat membahas krisis yang dialami Indonesia pada 1997-1998, 2011, dan 2018 sebagai bahan refleksi agar kita bisa merespon krisis saat ini dengan sebaik-baiknya. Data lebih lanjut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di hampir semua negara terutama di sektor jasa menunjukkan penurunan tajam pada Maret 2020. Data Volatility Index awalnya meningkat pada bulan Januari hingga Maret, mulai menurun pada bulan April yang menunjukkan volatilitas yang berkurang. Mudah-mudahan ini sinyal yang relatif stabil karena di beberapa negara, efek COVID-19 bisa dikendalikan. Data lain menunjukkan bahwa kenaikan inflasi di Indonesia tergolong sangat rendah yaitu sebesar 0,08 persen karena secara umum jika memasuki bulan Ramadhan dan mendekati Idul Fitri maka akan terjadi inflasi yang relatif tinggi.

Data menarik lainnya, neraca perdagangan Indonesia pada Maret mengalami surplus sebesar 743,4 juta Dolar AS. Surplus ini disebabkan oleh penurunan impor yang lebih cepat daripada ekspor. Dinyatakan pula bahwa kebijakan moneter dan fiskal perlu didorong untuk meningkatkan konsumsi, investasi, belanja negara, dan untuk menutupi kemungkinan ekspor neto yang tidak mencukupi dalam menggerakkan perekonomian. Penyesuaian APBN 2020 merupakan salah satu contoh bagaimana ekspansi fiskal dilakukan. Pelebaran defisit lebih dari 3 persen disebabkan oleh penurunan pendapatan negara, sedangkan belanja negara harus ditingkatkan terkait tanggap darurat. Dalam hal ini pemerintah telah mengimplementasikan counter syclical policy.

Lalu bagaimana kita bersikap atau menyikapi krisis COVID-19 ini? Agar tidak jatuh terlalu dalam, oleh karena itu stabilitas pangan harus menjadi kuncinya, termasuk ketersediaan, distribusi dan harga. Belajar Selanjutnya, dari krisis masa lalu, stabilitas politik harus dijaga, kelompok harus terjamin. Kelas bawah memiliki kebutuhan hidup dan pangan yang cukup, dan menjaga agar masyarakat kelas menengah tidak panik. Intinya, sebagai masyarakat yang baik, yang perlu dilakukan adalah menjaga kekebalan tubuh, gaya hidup, dan mengikuti aturan yang diberlakukan. Di akhir paparannya ia menegaskan bahwa suatu negara harus memiliki tiga ketahanan utama yaitu ketahanan pangan, energi dan air.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung sangat interaktif, berbagai permasalahan dibahas dan didiskusikan di Virtual Room Zoom. Di awal diskusi, Bu Anny memprovokasi dengan satu pertanyaan “apa hubungannya dengan deviden demografi yang mulai terjadi sekarang dengan puncaknya di tahun 2050? “. Diikuti dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai krisis 2020, bonus demografi, pangan lokal, dana desa, risiko perbankan pada saat krisis, bantuan

Bantuan Langsung Tunai (BLT), untuk hal-hal yang berkaitan dengan ekspor-impor dan pemanfaatan sumber daya listrik lokal. Di akhir, disampaikan oleh Ibu Anny, “Mari kita tetap semangat dan percaya bahwa krisis ini akan segera terjadi berakhir dan mengandung kebaikan. Dengan kesulitan, harus ada kemudahan, tetap berpikiran positif

fkh

SB-IPB dan FKH IPB Inisiasi Kerjasama Membuka Program Magister Konsentrasi Manajemen Bisnis Kesehatan Hewan

Sekolah Bisnis IPB melaksanakan kegiatan diskusi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB pada Sabtu, 22 Februari 2020. Diskusi tersebut dilaksanakan dalam rangka Persiapan pembukaan kelas kerjasama antara SB IPB Dan FKH IPB terkait Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) Konsentrasi Manajemen Bisnis Kesehatan Hewan. Semoga dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan Manajemen dan Bisnis Kesehatan Hewan yang akan segera rilis.

bb6738af-1305-4896-a02b-81538ffcfd42

IRMAPA dan SB-IPB Jalin Kerjasama Penyelenggaraan Konferensi Internasional

(12/2/20) Sekolah Bisnis IPB menerima kunjungan kali ke 2 IRMAPA  ( Indonesia Risk Management Professional Association). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut kunjungan pertama yaitu penjajakan kerjasama antara SB dan IRMAPA. Dalam kesempatan ini, disepakati kerjasama Penyelenggaraan Konferensi Internasional yang akan digelar pertengahan tahun 2020. Tujuan Kerjasama ini selain meningkatkan publikasi dari semua pihak, juga menjadikan kegiatan ini menjembatani antara praktisi dan akademisi di bidang risk manajemen.

Kunjungan ini di sambut oleh Tim Konferensi  SB-IPB antara lain Dr. Siti Jahroh, Dr. Dikky Indrawan dan beberapa dosen SB-IPB maupun staf pendukung. Dari IRMAPA hadir diantaranya Bapak Charles R. Vorst (Sekretaris Jenderal IRMAPA), dan Bapak Ivan Lanin bersama tim. Di samping itu turut hadir Dr. Ir. D.S. Sony Priyarsono, MSc (Guru Besar IPB).