SB IPB Bekali Mahasiswa Keterampilan Pembidaian dan Pembalutan dalam Penanganan Cedera Ekstremitas
SB IPB Bekali Mahasiswa Keterampilan Pembidaian dan Pembalutan dalam Penanganan Cedera Ekstremitas
Bogor — Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan Basic Life Saving (BLS) dalam program Life Ready, Sekolah Bisnis IPB kembali menyelenggarakan sesi bertema “Metode Pembidaian dan Balutan pada Ekstremitas” pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30–15.30 WIB. Kegiatan yang diikuti oleh 23 mahasiswa Program Sarjana ini menghadirkan dr. Auliya Akbar, Sp.OT., Subsp.PL(K) untuk membahas prinsip-prinsip dasar penanganan cedera ekstremitas melalui teknik pembidaian dan pembalutan sebagai bagian dari pertolongan pertama.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa cedera ekstremitas merupakan kondisi yang sering dijumpai akibat kecelakaan, aktivitas olahraga, maupun trauma lainnya. Penanganan awal yang tepat berperan penting dalam mencegah perburukan cedera, mengurangi nyeri, serta menjaga stabilitas bagian tubuh yang mengalami trauma sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.
Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar pembidaian (splinting) sebagai metode imobilisasi untuk membatasi pergerakan area yang cedera, serta teknik pembalutan (bandaging) yang berfungsi melindungi luka, mengendalikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan memberikan dukungan pada ekstremitas yang mengalami trauma. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari berbagai jenis cedera muskuloskeletal, seperti fraktur, dislokasi, sprain, dan strain, beserta prinsip penanganan awal yang dapat dilakukan oleh penolong awam.
Materi turut membahas metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) sebagai pendekatan pertolongan pertama pada cedera olahraga dan cedera jaringan lunak. Narasumber menjelaskan bahwa penerapan metode PRICE secara tepat pada fase awal cedera dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan, mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, serta mendukung proses pemulihan sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan simulasi praktik. Melalui berbagai skenario kasus, mahasiswa berlatih menentukan teknik pembidaian, pembalutan, serta penerapan metode PRICE yang sesuai dengan kondisi cedera. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus melatih kemampuan peserta dalam melakukan penilaian kondisi korban dan menentukan tindakan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan aman.
Melalui rangkaian pelatihan Basic Life Saving ini, Sekolah Bisnis IPB terus berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kompetensi yang diperoleh mampu meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam memberikan respon awal terhadap kasus cedera maupun kondisi kegawatdaruratan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Editor: Hapriza Aprilia