SB IPB Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Mahasiswa melalui Pelatihan Basic Life Saving
SB IPB Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Mahasiswa melalui Pelatihan Basic Life Saving
Bogor, 22 Mei 2026 — Sekolah Bisnis IPB kembali melanjutkan rangkaian program Life Ready dalam skema Hibah Softskill melalui kegiatan Pelatihan Gawat Darurat – Pengantar Basic Life Saving (BLS) untuk mahasiswa yang dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 13.00–14.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 29 mahasiswa Program Sarjana sebagai bagian dari upaya penguatan literasi keselamatan dan kesiapsiagaan darurat di lingkungan kampus.
Pelatihan menghadirkan narasumber dr. M. Arief Kurniawan, Sp.An-TI, Subsp.T.I(K), FIP yang menyampaikan materi mengenai konsep dasar Basic Life Saving (BLS) bagi masyarakat awam, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari first responder di lingkungan sekitar.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Basic Life Saving merupakan tindakan pertolongan dasar yang diberikan kepada korban dengan kondisi henti napas, henti jantung, maupun penurunan kesadaran sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Pengetahuan dasar mengenai BLS dinilai penting dimiliki oleh mahasiswa karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan kampus maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya respon cepat dalam kondisi darurat melalui konsep golden minute, yaitu periode awal yang sangat menentukan peluang keselamatan korban. Selain itu, materi juga membahas pengenalan tanda-tanda henti jantung, pemeriksaan respons korban, evaluasi pernapasan, hingga tahapan dasar aktivasi bantuan medis darurat.
Narasumber juga menjelaskan prinsip dasar Chain of Survival sebagai rangkaian penanganan kegawatdaruratan yang meliputi deteksi dini kondisi kritis, aktivasi sistem bantuan darurat, pelaksanaan resusitasi jantung paru (cardiopulmonary resuscitation/CPR), penggunaan Automated External Defibrillator (AED) apabila tersedia, hingga penanganan lanjutan oleh tenaga medis.
Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran partisipatif, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab terkait berbagai skenario kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar mahasiswa. Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana mengambil keputusan awal secara tepat, aman, dan sistematis ketika menghadapi korban dengan kondisi kegawatdaruratan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Bisnis IPB dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara holistik, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga penguatan keterampilan hidup (life skills), kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman dasar mengenai Basic Life Saving, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya respon awal kegawatdaruratan, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, tanggap, dan responsif terhadap kondisi darurat.
Editor: Hapriza Aprilia