Sekolah Bisnis IPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Mahasiswa melalui Pelatihan Life Ready: Basic Life Saving & Kesadaran Darurat
Sekolah Bisnis IPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Mahasiswa melalui Pelatihan Life Ready: Basic Life Saving & Kesadaran Darurat
Bogor — Sekolah Bisnis IPB menyelenggarakan pelatihan Life Ready: Basic Life Saving & Kesadaran Darurat sebagai bagian dari rangkaian program Hibah Softskill pada Jumat, 8 Mei 2026 di Ruang Gardenia SB IPB. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–15.30 WIB tersebut diikuti oleh 27 mahasiswa Program Sarjana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, literasi keselamatan, dan pemahaman dasar penanganan kegawatdaruratan di lingkungan kampus.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dr. Zenal Asikin, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Sekolah Bisnis IPB. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Hibah Softskill telah memasuki batch tahun ketiga sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara komprehensif, tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan praktis, kesiapsiagaan, kepemimpinan, dan kemampuan adaptif mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Sebelum sesi materi dimulai, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib dan mekanisme pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Dr. Fithriyyah Shalihati, S.E., M.M. Selanjutnya, peserta mengikuti pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman awal terkait konsep dasar Basic Life Saving dan penanganan kegawatdaruratan.
Materi pelatihan disampaikan oleh dr. Yuliawati Kusumaningrum, A.Md.Akup., S.Li., M.A.R.S., M.M., M.K.K., Sp.KKLP yang membahas konsep dasar kegawatdaruratan dan prinsip Basic Life Saving. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kondisi kegawatdaruratan merupakan gangguan akut pada fungsi vital tubuh yang melibatkan Circulation, Airway, dan Breathing (CAB) sehingga memerlukan tindakan cepat dan tepat guna meminimalkan risiko kematian maupun kecacatan permanen.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan darurat bagi mahasiswa. Lingkungan kampus dengan aktivitas akademik dan non-akademik yang dinamis memiliki potensi terjadinya berbagai kondisi darurat, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan dasar dalam mengenali situasi kritis, melakukan penilaian awal, serta memberikan respon awal sebelum bantuan medis lanjutan tersedia.
Selain membahas konsep golden time dan tanda-tanda kegawatdaruratan, peserta juga mempelajari prinsip CAB (Circulation–Airway–Breathing), pemeriksaan awal korban, serta alur Chain of Survival dalam penanganan kondisi darurat.
Sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran partisipatif, kegiatan dilanjutkan melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi berbagai kondisi kegawatdaruratan. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menganalisis skenario kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari, kemudian mendiskusikan langkah respon awal yang sesuai berdasarkan prinsip Basic Life Saving. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, pengambilan keputusan, serta kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat secara sistematis dan terukur.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Bisnis IPB berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapsiagaan, kepedulian sosial, dan kemampuan dasar penanganan darurat yang dapat diterapkan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari., dan kemampuan dasar penyelamatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Hapriza Aprilia