Dorong Swasembada Protein Indonesia, Mahasiswa IPB University Sulap Limbah Bekatul dan Limbah Kulit Buah Naga Menjadi Patch Antibakteri ntuk Kurangi Food Loss Daging Merah

Add a little bit of body text (24)
Berita / Kegiatan / Prestasi

Dorong Swasembada Protein Indonesia, Mahasiswa IPB University Sulap Limbah Bekatul dan Limbah Kulit Buah Naga Menjadi Patch Antibakteri ntuk Kurangi Food Loss Daging Merah

Bogor — Kolaborasi mahasiswa IPB University menghadirkan inovasi teknologi pangan berkelanjutan melalui ajang Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 bidang Perencanaan Bisnis. Tim yang terdiri atas Muh. Dzulfaiq Abrar, Muhammad Alwannuzully Ramadhan, dan Putu Meita Pridayanti mengembangkan inovasi bernama FRESH-UP.

Tim pengembang FRESH-UP dari IPB University

FRESH-UP merupakan patch antibakteri pH-responsive berbasis limbah bekatul yang dirancang untuk mengurangi risiko food loss pada distribusi daging merah. Inovasi ini menggabungkan teknologi kemasan aktif (active packaging) dan kemasan cerdas (smart packaging) melalui pemanfaatan hidrogel kitosan, senyawa antibakteri, serta indikator perubahan pH untuk mendeteksi penurunan kualitas daging secara real-time.

Mengubah Limbah Bekatul Menjadi Teknologi Pangan Bernilai Tambah

Ide FRESH-UP berangkat dari meningkatnya kebutuhan protein nasional yang diiringi tantangan menjaga kualitas daging merah selama distribusi. Kondisi geografis Indonesia, infrastruktur logistik yang belum merata, serta iklim tropis menyebabkan produk daging yang mudah rusak berisiko tinggi mengalami penurunan mutu akibat aktivitas mikroorganisme.

Dari permasalahan tersebut, tim menghadirkan patch antibakteri yang mampu memberikan perlindungan sekaligus memantau kondisi daging. FRESH-UP memanfaatkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengolah limbah bekatul menjadi teknologi pangan yang lebih berkelanjutan.

“FRESH-UP hadir sebagai solusi untuk mengurangi food loss dengan menghadirkan sistem perlindungan yang tidak hanya aktif menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi juga mampu memberikan informasi kondisi produk secara langsung melalui perubahan indikator warna.”

— Muh. Dzulfaiq Abrar

Dokumentasi kegiatan tim FRESH-UP

Teknologi Responsif untuk Menjaga Kesegaran Daging

Keunggulan utama FRESH-UP terletak pada mekanisme pH-responsive yang memungkinkan produk merespons kondisi aktual daging. Ketika pH meningkat akibat aktivitas bakteri pembusuk, sistem memicu pelepasan agen antibakteri secara terkontrol untuk membantu mempertahankan kualitas produk.

FRESH-UP juga menggunakan indikator visual berbasis ekstrak kulit buah naga yang menandai perubahan kesegaran daging. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat memantau kualitas tanpa membuka kemasan berulang kali yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai teknologi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi rantai pasok pangan Indonesia melalui pengurangan kehilangan produk selama distribusi.”

— Muhammad Alwannuzully Ramadhan

Infografis spesifikasi dan keunggulan produk FRESH-UP
Spesifikasi dan keunggulan FRESH-UP. Perubahan warna indikator menjadi penanda kesegaran daging.

Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Selain aspek teknologi, FRESH-UP memiliki nilai ekonomi dan lingkungan. Pemanfaatan limbah bekatul memberikan nilai tambah pada hasil samping pertanian yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.

Dari sisi bisnis, FRESH-UP dikembangkan dengan konsep business-to-business (B2B) yang menyasar produsen dan distributor daging merah. Produk ini dirancang membantu pelaku industri mengurangi kerugian akibat kerusakan produk selama penyimpanan dan distribusi. Analisis kelayakan bisnis yang dilakukan tim mencakup indikator Return on Investment (ROI), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta payback period.

“Kami berharap FRESH-UP dapat menjadi salah satu solusi inovatif dalam menjaga kualitas pangan, mengurangi limbah, serta memperkuat sistem distribusi protein nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.”

— Putu Meita Pridayanti

Melalui FRESH-UP, mahasiswa IPB University menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pangan dapat menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Penulis: Putu Meita Pridayanti