IG BIM FINAL

E-Summer Course 2022: Business Innovation and Management

School of Business IPB University will held an E-Summer Course: The 3rd Business Innovation and Management in August 1-9, 2022

SB IPB will cooperate with some global universities as co-host (University Utara Malaysia, Putra Business School Malaysia, Hiroshima University Japan, Warsaw University of Life Sciences Poland, Kirirom Institute of Technology Cambodia).

Join now and get both knowledge and experience from Global expert Lectures.

Due Date of Registration: July 20, 2022

ipb.link/registration-bim2022

Informasi detail dapat dilihat di link berikut ini

#summercourse2022 #sbipb #internationaleventipb #ipbuniversity

IG SBD 2022

E-Summer Course 2022: Sustainable Business Development

School of Business IPB University will hold an E-Summer Course : Sustainable Business Development in July 18-26, 2022

Let’s join and get experience+knowledge from Global expert Lectures.

Due date of registration: June 30, 2022.

FREE!
Register : ipb.link/registration-sbd2022

Cek gambar untuk informasi selengkapnya ya!

#esummercourse2022 #sustainablebusiness #sbipb #internationaleventipb #ipbuniversity

BIEC IG Version.jpg

CALL FOR PAPERS: BUSINESS INNOVATION AND ENGINEERING CONFERENCE 2022 (BIEC 2022)

“Promoting Technology to Mitigate Climate Change Issues to Support Sustainable Development”

School of Business IPB University Indonesia in collaboration with University Utara Malaysia and Putra Business School Malaysia hold Call for Papers & International E-Conference.

To face the issues, challenge and opportunities given,
Business Innovation and Engineering Conference brings together contributions from students and scientists dealing with different aspects of business innovation and management, and we believe that there is also an equal number of promising study projects and prospectus results; Especially in the the context of technology, climate change issues,
and sustainable development.

Accepted papers will be published in international journals, accredited national journals, and conference proceedings. Selected papers will be published in a reputable international journal (Scopus), as well as national journals with SINTA 2, IOP Conference proceedings (Scopus),
Atlantis Press (Web of Science).

This Call for Papers (CFP) is held as a forum to explore new and up-to-date ideas, which includes (not limited to) 3 (three) priority agendas as following:

1. Business Engineering
2. Environmental and Sustainability Studies
3. Multidisciplinary

IMPORTANT DATES EXTENDED:
📅 June 1st 2022 : Due date of Abstract Submission (300- 500 words)
📅 June 20th 2022 : Due date of Full Paper/Poster submission (for accepted abstract)
📅 July 31 : Last day to register in International E-Conference
📅 August 11-12: D-Day International E-Conference

Registration and Submission on www.biec.ipb.ac.id

More information contact us through: biec@apps.ipb.ac.id

Rio1

Rio Kevin Marcello Alwi berhasil menjadi juara terbaik 1 dari ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi IPB University 2022

Sekolah Bisnis IPB mengucapkan selamat atas prestasi Rio Kevin Marcello Alwi yang berhasil menjadi juara terbaik 1 dari ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi IPB University 2022 pada 22 April 2022.

ucapan puasa

Marhaban Yaa Ramadhan 1443 H.

Sekolah Bisnis IPB University mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan bagi yang menjalankan.

Mari menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan rahmatNya dan diberikan kelancaran dalam beribadah Aamiin.

WhatsApp Image 2022-01-28 at 14.30.25

Pembukaan Kelas Pendalaman Digital Business, SB – IPB University Gelar Kuliah Umum bersama CTO Microsoft Indonesia

Perkembangan teknologi digital begitu pesat dan telah memenuhi semua lini aktivitas keseharian manusia termasuk aktivitas bisnis. Fakta ini membuat dunia bisnis harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan tersebut untuk kemajuannya. Menyadari hal tersebut, Sekolah Bisnis IPB University sebagai institusi akademis yang berperan dalam pengembangan ilmu bisnis kembali membuat terobosan dengan membuka kelas pendalaman digital business pada Program Sarjana S1 Bisnis. Pembukaan kelas pendalaman ini sejalan dengan implementasi K2020 sebagai kurikulum baru di IPB University. Seremoni pembukaan kelas pendalaman dilakukan dengan kuliah umum yang bertema “Data Driven Digital Transformation” yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Januari 2022. Pada kegiatan kuliah umum ini, Bapak Panji Wasmana, Chief Technology Officer (CTO) Microsoft Indonesia, yang juga merupakan alumni IPB University hadir sebagai pembicara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 250 mahasiswa multistrata dan dosen di lingkungan SB – IPB University.

Kuliah umum dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Noer Azam Achsani selaku Dekan SB – IPB University. Beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital seperti internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), bahkan perkembangan terbaru metaverse yang banyak dibicarakan tidak dipungkiri merupakan bisnis masa depan. Oleh karena itu, sebagai amanat dari Rektor, SB – IPB University memberanikan diri untuk turut serta mengambil peran dalam mengembangkan bisnis digital. Kelas pendalaman digital business ini mulai dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Adanya pendalaman ini akan melengkapi kelas pendalaman yang sudah terdapat di Program Sarjana Bisnis sebelumnya, yaitu pendalaman entrepreneurship dan intrapreneurship.

Agenda kuliah umum selanjutnya diisi dengan pemaparan materi oleh pembicara yang dipandu oleh Dr. Arif Imam Soeroso. Bapak Panji Wasmana dalam pemaparannya menunjukkan bahwa transformasi digital merupakan sebuah perjalanan (journey) di dalam organisasi. Jika ditinjau, berbeda dengan agenda evolusi yang perlahan, agenda transformasi dicirikan dengan disrupsi yang muncul terkait dengan sumberdaya manusia (people), proses, dan saat ini didorong oleh penggunaan data. Dahulu banyak perusahaan dan bisnis konvensional yang resisten untuk tetap berada pada status quo dikarenakan keinginan untuk menguasai high value supply chain dan high value product development namun mengakibatkan proses produksi menjadi lebih mahal. Transformasi digital kemudian membawa perubahan pada organisasi bisnis sehingga banyak terjadi kolaborasi melalui downward supply chain yang justru mengurangi risiko, membuka ceruk pasar yang baru bahkan model bisnis baru.

Pengalaman dari Microsoft menunjukkan bahwa inovasi dan transformasi bagi organisasi bisnis bertujuan untuk mampu lebih mendekatkan dengan konsumen, mampu memberdayakan karyawan, mengoptimalkan aktivitas operasi bisnis, dan mentransformasi produk dari organisasi bisnis itu sendiri. Bapak Panji juga membagikan “rumus” yang digunakan oleh Satya Nadella, CEO Microsoft Global, ketika suatu organisasi ingin melakukan transformasi digital, maka diperlukan tech intensity yang dibangun dari tech adoption dan tech capability di dalam internal organisasi serta diperkuat dengan jaminan keamanan (trust).

Mencontohkan perjalanan Microsoft dalam memimpin transformasi digital global, Microsoft memulai dengan membangun data foundation yang mengumpulkan data dari semua unit bisnis. Data yang dimiliki kemudian digunakan sebagai scorecard untuk menilai kinerja setiap lini bisnis, yang dilanjutkan dengan proses analitika bisnis yang digunakan untuk memahami perilaku konsumen dan memperoleh insight yang lebih luas. Terakhir, Microsoft memanfaatkan teknologi machine learning (ML) dan AI untuk memperkaya kapabilitas dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu, menurut beliau beberapa atribut yang diperlukan untuk kesuksesan transformasi digital antara lain, yaitu data capabilities (tata kelola dan pemanfaatan data accross entity), data culture (data-driven di setiap tataran kerja dalam organisasi), dan right partner to support.

Bapak Panji dalam penutup pemaparannya menyampaikan bahwa pada akhirnya agenda transformasi digital harus dilakukan pada 3 wilayah, yaitu pada semua aplikasi, semua proses, dan semua karyawan sehingga transformasi berwujud inklusif. Kegiatan kuliah umum “Data Driven Digital Transformation” kemudian diakhiri dengan agenda foto bersama dan penutup dari Dr. Dikky Indrawan, selaku Ketua Program Studi Sarjana Bisnis SB – IPB University. (BN)

merak 2_2

Memperingati Hari Gizi Nasional, Kab. Muara Enim Bersama Sekolah Bisnis IPB University Kembangkan Aplikasi Mobile Untuk Pencegahan Stunting

Sekolah Bisnis IPB University, mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh rombongan tamu Kab. Muara Enim (25/1). Kunjungan tersebut dalam rangka program perencanaan pengembangan aplikasi mobile pola makan ibu dan bayi untuk pencegahan stunting. Hal ini juga berkaitan dengan Hari Gizi Nasional yang diperingati pada setiap tanggal 25 Januari.

Para tamu yang hadir dari Kabupaten Muara Enim yaitu Kepala Balitbangda, M. Tarmizi; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Syamsiah; Kepala Bagian Kerjasama Setda, Husin Aswadi; Kepala Diskominfo, Ardian Arifarnadi; Perwakilan Kepala Bappeda (Kepala Bidang Ekonomi SDA), Akbar Saefudin; dan Bagian perekonomian Setda, yang diwakili Rudi Kurniawan. Sedangkan pihak Sekolah Bisnis IPB yang menyambut adalah Dekan Sekolah Bisnis IPB, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, MS; Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama & Pengembangan, Dr. Nimmi Zulbainarni, S.Pi, M.Si, serta Dosen Sekolah Bisnis IPB yang diwakili oleh Asaduddin Abdullah B.Sc., M.Sc, Fithriyyah Shalihati, SE, MM, dan Suhendi, SP, MM.

Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Bisnis, IPB University, menyampaikan bahwa Kabupaten Muara Enim menjadi salah satu kabupaten yang rentan dengan masalah gizi dan pola makan yang buruk, baik untuk Ibu maupun bayi pada 1000 hari kehidupan. Hal tersebut dapat menjadi penyebab naiknya angka stunting (kerdil). Dengan inisiasi pembuatan mobile apps ini diharapkan dapat membantu memonitoring pola makan juga sebagai food reminder agar ibu dan bayi dapat mengetahui kebutuhan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Melalui aplikasi ini, data yang didapatkan bisa secara realtime, dan tepat sasaran sebagai bentuk intervensi dari dinas ketahanan pangan, pada desa yang memiliki kecenderungan kearah stunting. Program ini menerapkan system multiyears dan sudah dijalankan sejak 2019, 2020, dan 2022. Diakhir sambutannya, Dekan Sekolah Bisnis, IPB University, menyampaikan harapannya aplikasi ini bisa segera digunakan oleh semua masyrakat di Muara Enim dan bermanfaat bagi semua pihak, serta Sekolah Bisnis IPB siap terus menjalin kolaborasi dan kerjasama dan bidang-bidang lain yang sekiranya dibutuhkan.

Pada kesempatan ini juga, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama & Pengembangan, memberikan paparan dan memimpin jalannya diskusi mengenai perencanaan aplikasi mobile, untuk pencegahan stunting yang akan dikembangkan. Peringatan Hari Gizi Nasional 2022 menjadi momentum yang penting dalam mendukung kepedulian dari berbagai pihak untuk meningkatkan taraf gizi masyarakat Indonesia. Tema yang diusung dalam peringatan HGN yang ke-62 adalah “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Tema tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia, dalam menghadapi stunting dan obesitas. Stunting pada anak dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metebolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sementara obesitas dapat menjadi risiko terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes melitus, dan hipertensi.

Pada logo Hari Gizi Nasional Ke-62, terdapat anak laki-laki dan perempuan dan juga angka 62. Kedua anak dalam logo tersebut mengartikan tumbung kembang anak-anak yang sehat pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sementara angka 62, merupakan tahun peringatan Hari Gizi Nasional yang ke-62. Lalu, simbolisasi piring beserta isinya mengartikan keseimbangan pola makan agar tumbuh kembang anak tidak memiliki berat badan yang berlebihan. Secara serentak sejak tanggal 25 Januari 2022 pada Hari Gizi Nasional ke-62, seluruh masyarakat dapat mengkampanyekan hidup sehat agar terhindar dari stunting dan obesitas. (SSB)

SDGs 2021 des

SB-IPB Buka Program Membangun Desa

Program membangun desa merupakan suatu bentuk pendidikan melalui pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa untuk dapat berbaur di tengah masyarakat luar kampus. Mahasiswa secara langsung bersama dengan masyarakat melakukan identifikasi potensi, serta menangani masalah sehingga diharapkan potensi desa/daerah dapat dikembangkan. Program Membangun Desa diikuti oleh 17 orang mahasiswa dari semester tiga dan semester tujuh.

Lokasi yang dijadikan sebagai pelaksanaan program membangun desa selama tiga bulan (September-November 2021) ini adalah di Kelurahan Bubulak, Kabupaten Bogor, dimana mahasiswa bekerjasama dengan mitra yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Swadaya masyarakat (KSM) Asri. Program Membangun Desa berfokus pada tiga program utama, diantaranya produksi dan pemasaran ayam dan ikan asap, minuman berbahan dasar daun telang dan rosela, serta produksi dan pemasaran kompos berbahan dasar limbah masyarakat. Ketiga program tersebut memiliki capaian masing-masing disetiap programnya. Capaian yang ingin dicapai pada program membangun desa tersebut, diantaranya memajukan UMKM di Kelurahan Desa Bubulak dan memanfaatkan secara maksimal bahan baku yang ada sehingga menjadi hasil tanaman yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

WhatsApp Image 2021-12-14 at 15.13.22

International e-Seminar dalam Memperkuat Integrasi Ekonomi ASEAN 2023

Sekolah Bisnis IPB (SB IPB) sukses menyelenggarakan International E-Seminar: Towards ASEAN Chairmanship 2023 bertema Advancing The Concept of ASEAN Regionalism: Regional Value Chain and Connectivity, Recovery, and Collective Competitiveness pada 13-15 Desember 2021 secara daring melalui Zoom Clouds Meeting dan Youtube Streaming. Setelah pembukaan dan sekaligus seminar bertema sustainable finance pada hari pertama, SB IPB dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) kembali menjadi pelaksana dalam E-Seminar hari kedua (14/12) dengan tema Digital Economy. Kegiatan pada hari kedua dihadiri oleh 156 peserta dari berbagai negara dan universitas. Acara dibuka oleh Fatima Medina Septiyanti selaku MC dan dilanjutkan dengan Keynote Speech dari Febrio Kacaribu selaku Ketua Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Dalam paparannya, Bapak Febrio menyampaikan terkait ekonomi digital di ASEAN dan bagaimana kontribusi Indonesia di bidang keuangan pada tahun 2023. Ia menyatakan bahwa seminar ini merupakan tonggak untuk Indonesia maju dalam ekonomi ASEAN. Transformasi digital di lingkup ASEAN telah menjadi isu penting dengan tujuan mengarah pada peningkatan produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan inklusi dan daya saing diseluruh segmen ekonomi.  Oleh karena itu dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang erat dibidang keuangan sebagai bagian dari building-block untuk mewujudkan tujuan integrasi ekonomi ASEAN yang lebih besar.

Pada saat ini digital ekonomi dalam keuangan hanya terbatas pada peran teknologi dalam pembayaran dan settlement systems. Hal ini dikarenakan pentingnya peran teknologi dalam pembayaran yang dapat memfasilitasi transaksi berbagai lintas elemen dalam era digital. Kemajuan pesat dalam digitalisasi tidak diragukan lagi akan meningkatkan, menumbuhkan, dan mempererat ikatan antar kawasan. Namun, beberapa tantangan tetap ada, termasuk memastikan stabilitas keuangan, manajemen aliran modal, dan tingkat akuntabilitas dan transparansi perlindungan data.” Jelas Bapak Febrio. Ia berharap dengan adanya seminar ini akan memberikan wawasan bagi Indonesia dalam mempromosikan isu-isu tersebut dibawah jalur keuangan ASEAN, yang juga berasal dari kepentingan nasional dan perencanaan strategis.

Agenda selanjutnya berupa presentation session terkait Digital Economy yang dimoderatori oleh Ari Sutanti selaku Senior Programme Manager, British Council. Pada sesi ini turur hadir para panelis yaitu Ibu Natasha Beschorner selaku Senior Digital Development Specialist, World Bank dan Ibu Lukytawati Anggraeni selaku Dosen IPB University yang akan memberikan ulasan terhadap para peserta paper presentation. Tema dari paper yang disajikan oleh peserta sangat menarik dan beragam. Paper pertama dijelaskan oleh Hieu-Ba Nguyen dari Ho Chi Minh City University, berbicara terkait Factors Influence Blockchain Adoption in Supply Chain Management among Companies Based in Ho Chi Minh City. Paper kedua dijelaskan oleh Mercurius Broto Legowo dari Perbanas Institute, berbicara terkait Digital Economic Model to Encourage National Economic Recovery during Covid-19 Pandemic. Paper ketiga dijelaskan oleh Muhyudi dari Swiss German University terkait The Strategic Role of Top Management Team (TMT) Digital Orientation in Manufacturing Digital Transformation. Terakhir, paper keempat dijelaskan oleh Sri Sarjana dari Politeknik Transportasi Darat Indonesia, yang menjelaskan terkait Bibliometric Analysis to Encourage the Development of Digital Economy Scientific Studies. Setelah sesi presentasi selesai, dilanjutkan dengan ulasan dan pertanyaan dari kedua panelis dan sesi tanya jawab dengan peserta seminar yang menjadi akhir dari agenda di hari kedua.

Pada hari ketiga (15/12) acara kembali dibuka oleh MC Khairiyah Kamilah dari Sekolah Bisnis IPB University. Sementara Keynote speech dari Prof. Dr. M. Syamsul Maarif sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Sekolah Bisnis, IPB University berbicara terkait Human Capital Development. Dalam sesinya, Prof Syamsul menyampaikan bahwa perubahan science dan technology sangat penting dalam membawa perubahan terhadap revolusi digital 4.0. Saat ini kita berhadapan dengan innovation technology yang mengubah human capital behavior yang harus beradaptasi terhadap perubahan yang tidak pasti. “Human capital development adalah factor kunci untuk menghadapi perubahan dalam era society 4.0 yang menjadi pendukung dari factor lainnya. Yang harus diperhatikan adalah kita harus menghasilkan superior talent yang dapat memperkuat human capital dalam menghadapi perubahan cepat di dunia bisnis, politik, economy dan lain sebagainya” jelas Pak Syamsul Maarif. Ia meyakini bahwa capacity building dapat memperkuat dalam penciptaan superior talent yang salah satunya dapat dikembangkan melalui pendidikan yang tidak hanya penting untuk diri sendiri tetapi juga dalam membangun negara khususnya negara berkembang seperti Indonesia.

Sesi presentasi paper pada hari ketiga dimoderatori oleh Bapak Alfian Helmi dari IPB University dan dua panelis yaitu Kartika Sari Juniwaty sebagai Senior Adviser Gender Equality, Disability and Social Inclusion PROSPERA dan Shinsaku Nomura sebagai Senior Economist with the World Bank’s Education Global Practice. Berbagai tema paper pada hari terakhir juga tidak kalah menarik dengan tema di hari sebelumnya. Presentasi pertama dibawakan oleh Andri Hardianto dari IPB University, yang berbicara terkait Evaluation of Pertamina’s CSR Implementation in Relation to The Achievement of Sustainable Development Goals. Presentasi kedua dibawakan oleh Liza Agustina Maureen Nelloh dari Sekolah Tinggi Manajemen IPMI, terkait The Employees Turnover Intention During Covid-19: Do Commuting Stress and Burnout matter. Presentasi ketiga dibawakan oleh Nugroho Setyo Utomo dari IPB University, membahas terkait Does the implementation of Corporate Social Responsibilities have a positive impact on the company’s business sustainability? Case study of PT Unilever Indonesia, Tbk. Dan presentasi terakhir oleh Dase Hunaefi dari IPB University yang membahas terkait Bali Public Acceptance of Biotechnology and GM Crops.

Kedua panelis memberikan ulasan terhadap presentasi para peserta, menyampaikan materi terkait isu human capital development di Indonesia saat ini dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan peserta seminar. Diakhir acara, dibacakan hasil apreasiasi yang terdiri atas tiga kategori yaitu best paper, best recorded presenter, dan best live presenter. Pada kategori Best Paper diraih oleh Andi Hardianto (3rd), Rabiatul Adwiyah (2nd), dan Hieu-Ba Nguyen (1st). Kategori best recorder presenter diraih oleh Rafki Chandra Wibawa (3rd), Marjea Jannat Mohua (2nd), dan Fenny Wirabudi (1st). Dan terakhir, kategori best live presenter diraih oleh Kahhar Hawari sebagai Best Live Presenter dalam tema Sustainable Finance, Muhyudi sebagai Best Live Presenter dalam tema Digital Economy, dan Dase Hunaefi sebagai Best Live Presenter dalam tema Human Capital Development.

Rangkaian acara E-seminar diakhiri dengan closing speech dari Ibu Dian Lestari selaku Acting Director for Regional and Bilateral Policy dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Bapak Noer Azam Achsani selaku Dekan Sekolah Bisnis IPB. Ibu Dian Lestari mengungkapkan apresiasi yang luar biasa kepada panitia dan para peserta yang telah menyukseskan kegiatan ini. Ia juga membahas terkait bagaimana era saat ini menuntut lebih banyak agar kita bisa beradaptasi terutama dalam menghadapi diverse challenging khususnya dalam emerging opportunity. Selanjutnya Bapak Noer Azam Achsani juga menyampaikan apreasinya kepada para panitia dan kontribusi dari para peserta dalam menyukseskan acara ini. Dari kegiatan ini beliau berharap para peserta akan mendapatkan learning outcome seperti kapabilitas untuk mengidentifikasi dan mengenal business opportunities, integrating information, theory and best practices into the analysis of organization problem, strengthening the competitiveness of the existing organizations on facing global competitions, develop both national and international network, and in communicating human effectively in verbal and written format to multiply stake holders. Sesi ini menjadi penutup kegiatan TOWARDS ASEAN CHAIRMANSHIP 2023. (SSB/NF)

 

WhatsApp Image 2021-12-15 at 23.22.09

SB IPB dan Kementerian Keuangan adakan International e-Seminar

Sekolah Bisnis IPB (SB IPB) menyelenggarakan International E-Seminar: Towards Asean Chairmanship 2023 pada 13-15 Desember 2021 secara daring. Seminar ini merupakan kerja sama antara IPB University dan Kementerian Keuangan Indonesia dengan mengangkat tema Advancing The Concept of ASEAN Regionalism: Regional Value Chain and Connectivity, Recovery, and Collective Competitiveness. Kegiatan pada hari pertama dihadiri lebih dari 120 partisipan melalui aplikasi Zoom Clouds Meeting dan Youtube Streaming. Sebanyak 14 negara menjadi partisipan dalam kegiatan ini yaitu Indonesia, Vietnam, Bangladesh, South Korea, Pakistan, Malaysia, Philippines, India, Afghanistan, United Kingdom, Japan, Australia, England dan United States.

Call for Papers (CFP) pada seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menggali ide-ide baru dan up to date sehingga dapat menjadi salah satu acuan Indonesia dalam menyusun agenda di Finance Track yang meliputi: Sustainable Finance, Digital Economy, dan Human Capital. Seminar ini diawali dengan sambutan oleh Wempi Saputra (Director of Center for Regional and Bilateral Policy) dan Keynote Speech dari Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) serta Prof. Arif Satria selaku Rektor IPB University. Dalam sambutan (13/12/21), Bapak Wempi Saputra menyampaikan bahwa dengan mengundang partisipan dari dalam negeri dan luar negeri, diharapkan pengetahuan dan pelajaran yang di bagikan dalam seminar ini dapat memberikan wawasan luas dalam mempersiapkan Indonesia sebagai Asean Chair selanjutnya pada tahun 2023. “Saya berharap seminar ini dapat menjadi wadah interaktif untuk bertukar pemahaman dan pengalaman antara pemerintah, peneliti, akademisi, dan publik sebagai partisipan”, ungkapnya.

Selanjutnya dalam Keynote Speech Bapak Suahasil Nazara selaku Wamenkeu, beliau menyatakan bahwa tahun 2023 akan menjadi momen penting bagi Indonesia, karena pada tahun 2022 mendatang Indonesia akan memegang dan menyelesaikan tugas Presidensi G20 serta akan langsung melanjutkan sebagai ASEAN Chairmanship dan ASEAN Plus Three Co-Chairmanship. Beliau juga mengatakan bahwa kerja sama ASEAN menjadi sangat penting dalam mempromosikan lapangan kerja, konektivitas, dan rantai nilai global yang jauh lebih baik di antara negara-negara ASEAN. Indonesia akan mampu memainkan peran yang sangat aktif dan signifikan di forum internasional. Maka sangat penting bagi kita untuk mengatur agenda dengan cara yang sangat strategis, jelas Bapak Suahasil Nazara.

Rektor IPB University, Prof. Arif Satria turut memberikan Keynote Speech pada seminar internasional kali ini. Beliau menyatakan bahwa Science and Technology akan menjadi peran penting dalam Asean Chairmanship 2023. “New Economy sering kali di dibandingkan dengan revolusi industri dimana terdapat parallel antara kedua hal tersebut. Efek dari internet akan menjadi lebih besar dan faktanya dalam jangka panjang, tidak hanya pada industri yang akan ter revolusi, tetapi juga segala aspek dalam kehidupan termasuk sosiologi, psikologi, budaya, politik, sains, and bidang lainnya, ungkap Rektor IPB.

International E-Seminar: Towards ASEAN Chairmanship 2023 berkolaborasi dengan beberapa dosen dari universitas mancanegara sebagai Scientific Committee seperti Prof. Dr. Zulkornain Yusof, Prof. Dr. Sazali Abdul Wahab dan Prof. Wan Fadzillah Wan Yusoff dari Putra Business School, Malaysia; Dr. Rafal Balina dari Faculty of Economic Sciences, Warsaw University of Life Sciences (SGGW), Poland; Prof. Dr. Azlan Amran dari Graduate School of Business Universiti Sains Malaysia, Malaysia; Masamu Kamaga, Ph.D dari Kirirom Institute of Technology (KIT), Cambodia. Sementara dari IPB University, Indonesia adalah Prof. Dr Noer Azam Achsani, Prof. Syamsul Maarif, Prof. Dr. Muhammad Firdaus dan Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, MS.

Tema paper pada seminar di hari pertama terkait dengan sustainable finance dengan topik paper yang beragam. Paper pertama dijelaskan oleh peserta dari mahasiswa SB-IPB, Rabiatul Adwiyah yang membahas terkait Green Supply Chain Management Performance of Palm Oil Products; Paper kedua terkait Financial and Economic Viability of Pumped Storage oleh Kahhar Hawari dari PLN Indonesia; paper ketiga terkait Sharia Stock Mutual Fund Performance in Indonesia and Malaysia oleh Galuh Hasanah dari Perbanas Institute serta paper terakhir terkait Value Relevance of Accounting Information in Sustainable Finance oleh Yuni Pristiwati. Pada akhir seminar, paper yang sudah dipresentasikan kemudian didiskusikan bersama dengan Henri Blas selaku Chief Content Officer dari Global Infrastructure Hub dan Noer Azam Achsani selaku dekan Sekolah Bisnis IPB (SB IPB) yang dimoderatori oleh Kristen Baker dari Australian Treasury. (RA/NF)