Agribusiness Entrepreneurship: Belajar dari Bisnis Melon dan Aneka Buah

(Selasa, 28 Oktober 2008), CEO Forum kali ini menghadirkan I Made Donny Waspada sebagai Direktur Utama PT. Moenaputra Nusantara, dengan tema “Agribusiness entrepreneurship : belajar dari bisnis melon dan aneka buah” pukul 10.00 – 12.00 WIB di ruang mahoni MB-IPB. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan strategi menyiasati usaha dalam komoditas pertanian yang didasarkan pada pengalaman beliau dari bisnis aneka buah-buahan. Berdasarkan ringkasan kami dari presentasi yang dikemukakan I Made Donny, strategi berbisnis komoditas pertanian seyogianya diawali dengan pengetahuan tentang karakteristik dari komoditas pertanian itu sendiri. Dalam hal kasus buah-buahan, karakteristik komoditas pertanian terdiri dari tiga ciri, yaitu : 1) mudah rusak (perishable), 2) meruah (voluminous), artinya penanganan buah-buahan menjadi lebih sulit dan biaya angkutan, kemasan dan penyimpanan relatif mahal, 3) musiman (seasonal), artinya komoditas ini umumnya berbuah setahun satu kali atau dua kali melalui musim panen raya dan musim panen kecil. “Walaupun buah-buahan jenis tanaman semusim seperti melon, semangka, dsb tersedia sepanjang tahun tetapi tetap ada fluktuasi yang nyata. Buah-buahan yang terdapat di Indonesia dipetik pada saat buah tua sekali (over ripe) maka setelah diperam akan menghasilkan buah dengan cita rasa dan aroma yang extra ordinary, namun sayangnya daya simpan buah-buahan tersebut sangat rendah”, ujar I Made Donny Waspada.

Beliau mengutarakan bahwa sebenarnya sentral produksi komoditas pertanian terutama pada kasus buah-buahan dapat memanfaatkan pekarangan kebun tegalan yang tidak dirawat dan hasil hutan secara intensif. Dalam presentasi ini pun beliau menjabarkan bagaimana kondisi perdagangan buah di Indonesia. Buah-buahan di Indonesia saat ini belum memiliki standarisasi mutu dan kemasan, sehingga tidak dipungkiri kondisi ini mampu menyebabkan kerugian bagi pihak petani produsen maupun konsumen sendiri. Sementara perdagangan komoditas buah impor memiliki modal yang kuat dan menawarkan citra buah-buahan yang lebih bermutu dengan harga yang bersaing. Strategi lain dalam menyiasati usaha pada komoditas pertanian buah-buahan adalah seyogianya kita mampu menganalisa perilaku pedagang, konsumen maupun retailer besar buah-buahan Di Indonesia.

Penjabaran Agribusiness entrepreneurship ini pun dikaitkan dengan pengalaman beliau sendiri dalam merintis usaha buah-buahan PT. Moena Farms selama lebih dari 20 tahun. Beliau memilih Bali dalam pengembangan PT. Moena Farms karena kebutuhan terhadap buah-buahan di Bali tidak hanya sebagai konsumsi tetapi juga dimanfaatkan untuk kelengkapan dalam tradisis upacara, sehingga tidak dipungkiri kebutuhan buaha-buahan di Bali akan terus meningkat. Dalam kesempatan ini Beliau pun mengutarakan alasan bergerak pada usaha buah-buahan, karena usaha ini lebih mudah tingkat pengelolaan cash flownya dan mendapatkan tingkat margin yang lebih baik. Keberhasilan PT. Moena Farms ini dapat ditunjukkan dari kemampuanya dalam mengekspor buah melon ke Singapura, Hongkong, hingga Eropa. Dalam akhir presentasinya I Made Donny Waspada menyampaikan bahwa “Kerja keras, tekun dan semangat untuk berubah merupakan senjata ampuh dalam meraih sebuah impian menjadi kenyataan”.

Challenge to Current Agricultural Development in Indonesia

(Selasa, 14/10), Brighten Institute bekerjasama dengan Korea FAO Assosiation menyelenggarakan Focus Groups Discussion (FGD) di Ruang Flamboyan, MB-IPB. FDG ini bertema “Challenge to Current Agriculture Development in Indonesia: Competition Between BioFuel and Food Security”. Penyelenggaraan FDG ini merupakan bentuk kepedulian tentang adanya fenomena yang terjadi di dunia pertanian yang gilirannya akan berdampak pada kondisi Indonesia secara agregat, yaitu adanya trade off antara ketahanan pangan dan pengembangan bioenergi. Permasalahan ini harus segera dipecahkan karena berkaitan dengan hajat hidup orang banyak : “Siapa yang menjadi prioritas utama : ketahanan pangan ataukah pengembangan energi ?”.

Acara FDG ini dihadiri oleh Harianto, Ph.D (Direktur Brighten Institute), D.S. Priyarsono, Ph.D sebagai Sekretaris Eksekutif Brighten Institute, Hermanto Siregar, Ph.D (Direktur Ekonomi dan Lingkungan Brighten Institute), Dr. Wahono Sumaryono dan Prasetyo Sunaryo dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Reni Kustiari, MSc, dari Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, dan Zulfan Tadjuddin,mahasiswa Ph.D dari University of Western Sydney. FDG ini memberikan beberapa kesimpulan, antara lain : pertama, prioritas utama terletak pada ketahanan pangan (food security). Hal ini dikarenakan dalam diskusi disepakati bahwa apabila ketahanan pangan dapat tercapai maka pengembangan biofuel atau biodiesel pun akan tercapai. Kedua, aspek kelembagaan juga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam mendukung pencapaian kebijakan  baik untuk pengembangan BBN maupun upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan food securityKetiga, aspek spasial, pewilayahan dan insentif sangat penting pula diperhatikan agar kebijakan tersebut berjalan secara efektif. Keempat,diperlukan action lanjutan secara riil baik melibatkan pihak (mitra) luar maupun kerjasama-kerjasama penelitian. Dan kelima, pengembangan lebih lanjut dari hasil exercise mengenai model ekonometrika yang telah dilakukan. Saat ini penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis CGE menghasilkan bahwa untuk menghindari adanya trade off antara ketahanan pangan dan pengembangan biofuel adalah dengan peningkatan produktivitas merupakan upaya yang paling efektif. Maka dari itu, pemerintah sudah seyogiannya harus invest untuk penelitian dan pengembangan kearah peningkatan produktivitas tersebut.

Halal Bi Halal Dan Rasa Syukur Perolehan Sertifikat ISO 9001:2000

Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB) kembali menggelar Halal Bi Halal Keluarga Besar MB-IPB yang diselenggarakan Hari Sabtu Tanggal 18 Oktober 2008 Pukul 12.00 WIB-selesai, bertempat di Gedung MB-IPB. Pada kesempatan ini, sambutan Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec sebagai Direktur Program Pascasarjana MB-IPB tidak hanya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H “TaqabbalalLaahu minnaa wa minkum, minal ’aaidiin wal faaiziin”. Namun, Beliau juga menginformasikan bahwa MB-IPB telah mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2000 dari BM-TRADA-UKAS dan MALQA-KAN yang dikeluarkan persis satu minggu sebelum lebaran yaitu pada tanggal 23 September 2008. Maka dari itu, beliau menyampaikan bulan ramadahan kali ini terasa sangat spesial dan sertifikat ISO 9001:2000 menjadikan MB-IPB unit pertama dan sampai saat ini merupakan satu-satunya unit di IPB yang telah mendapatkan sertifikat ISO. Beliau menegaskan bahwa sertifikat ISO ini bukan akhir atau puncak dari kualitas yang akan MB-IPB berikan, melainkan langkah penting menuju taraf service excellence. Terakhir harapan beliau : “Pencapaian ini mudah-mudahan dapat menjadi simbol komitmen kami untuk selalu mencari dan memberikan yang terbaik kepada segenap stakeholders MB-IPB”, ujar Arief Daryanto.

MB-IPB: “Selamat Idul Fitri 1429 H”

Keluarga besar Program Pascasarjana MB-IPB mengucapkan ”Selamat Idul Fitri 1429 H” Mohon Maaf Lahir Batin kepada Pimpinan IPB,  Pimpinan Fakultas dan Departemen di IPB, Staf Pengajar, Staf Penunjang, dan Mahasiswa MB-IPB. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan barokah-Nya serta menerima amal ibadah kita semua. Amiin.

Segenap Manajemen Program Pascasarjana MB-IPB juga mengucapkan ”Selamat Idul Fitri 1429 H” bagi seluruh Mitra Kerja (baik pemerintah maupun swasta) yang telah turut berkontribusi dalam pencapaian pengembangan MB-IPB. Semoga kerjasama yang telah terjalin akan menjadi amal kebaikan dan semakin baik dalam mewujudkan kualitas kehidupan berkelanjutan.

Lokakarya Agenda Riset Bidang Pangan dan Energi

(Senin, 22/9), Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB menyelenggarkan ”Lokakarya Agenda Riset Bidang Pangan dan Energi” di Ruang Mahoni, Gedung MB IPB. Lokakarya ini bertujuan untuk menata dan mengarahkan riset-riset yang diselenggarakan oleh civitas akademika IPB agar lebih terpadu dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran-pemikiran yang  berarti bagi pembangunan Indonesia. Acara ini juga merupakan proses IPB menuju World Class University, yang mencerminkan kemampuan melakukan penataan riset secara berkesinambungan.

Lokakarya agenda riset bidang pangan dan energi ini pun merupakan salah satu bentuk kepedulian Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai garda terdepan dalam pembangunan pertanian memiliki peran yang sangat besar dalam mengatasi permasalahan kelangkaan pangan yang terjadi di Indonesia. Direktur Riset dan Kajian Strategis IPB, Dr. Ir. Arif Satria, MSc sebagai penyelenggara acara ini mengemukakan bahwa IPB merupakan lembaga pendidikan yang mengembangkan penelitian-penelitian di bidang pertanian, maka dari itu sudah seyogyanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan IPB dapat memberikan dampak berupa peningkatan produksi pangan di Indonesia. Beliau pun mengemukakan bahwa untuk menyikapi permasalahan nasional dan global yang terjadi diperlukan langkah-langkah kongkret yang sistematis. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan IPB adalah menyusun suatu Agenda Riset Strategis (ARS) yang berkaitan dengan permasalahan pangan. Agenda Riset Bidang Pangan dan Energi dibangun dari berbagai aspek tidak hanya dari sisi pengembangan input dan teknologi proses namun juga kebijakan dan ekonomi. Dengan adanya Agenda Riset Bidang Pangan dan Energi ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antar unit dan pusat-pusat studi untuk melakukan riset-riset terpadu sehingga tumpang tindih dalam riset dapat diminimalkan. Selain itu, diharapkan agenda riset ini akan dapat membantu dalam pengalokasian dana-dana penelitian dan menetapkan target-target riset berjangka.

Agenda Riset ini akan menyediakan suatu kerangka strategis yang dapat merangsang investasi riset, memberikan arahan bagi opsi kebijakan yang perlu dilakukan IPB, mengarahkan penyusunan program-program riset yang realistis dan inspiratif yang mampu memobilisasi pihak terkait (stakeholders), serta menjamin IPB dengan kompetensi yang dimilikinya sebagai trendsetter bidang pertanian di Indonesia.

ARS ini disusun oleh tim yang beranggotakan Dr. Ir. Dahrul Syah, Dr. Ir. Drajat Martianto, Dr. Ir. Dwi Andreas Santoso, Ir. Melani Abdulkadir, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Ronny R. Noor, Dr. Ir. Purwiyatno Hariadi, Dr. Ir. Munif Ghulamahdi, Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, Eva Anggraini, SPi., M.Si.

Seminar Publik “Dibalik Pertarungan Sumber Daya Alam Indonesia”

(Kamis, 18/09/08), Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA)-IPB bekerjasama dengan Eksekutif  Nasional WALHI menyelenggarakan seminar publik : Dibalik Pertarungan Sumberdaya Alam Indonesia” pada pukul 13.00-18.00 WIB di ruang mahoni gedung MB-IPB. Seminar ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini yang terkait dengan kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, bencana ekologis, krisis pangan, krisis air bersih, kebodohan dan pencabutan subsidi pokok bagi rakyat. Persoalan ini tidak terlepas dari akumulasi ekstraksi sumberdaya alam yang selama ini tidak dikelola secara adil dan tidak berpihak kepada kepentingan rakyat yang juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang korup dan paradigma pertumbuhan ekonomi yang hanya mengandalkan sektor tertentu seperti sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan. Ditambah lagi, adanya pengelolaan Taman Nasional maupun kawasan konservasi lain, pembangunan bendungan besar, pembangunan perkebunan besar kelapa sawit, industri pertambangan, pertambakan besar dan permasalahan lingkungan hidup di perkotaan yang telah melahirkan berbagai konflik.

Dengan melihat permasalahan-permasalahan di atas maka diperlukan sebuah cara pandang dan analisis yang mampu memahami politik ekonomi dalam konteks pengrusakan lingkungan hidup, sehingga dapat membuka tabir bagaimana sebenarnya hubungan pengrusakan lingkungan hidup berkaitan dengan persoalan populasi dan pembangunan di negara-negara maju/kepentingan  global. Oleh karena itu, pembicara dalam seminar publik ini adalah periset WALHI yang melakukan riset dengan pendekatan ekologi politik terhadap permasalahan di sektor pertambangan, perkebunan besar, perkotaan, perairan dan taman nasional. Periset dari WALHI yang akan menyampaikan hasil peneltian terdiri dari 5 (lima) orang dan 2 (dua) orang dosen pembimbing periset yang juga akan menyampaikan presentasi untuk melengkapi presentasi dari para periset WALHI sekaligus menggambarkan kondisi lingkungan Indonesia saat ini, yaitu Dr. Murat Arsel dari Institute Social Science (ISS) Belanda dengan topik “Indonesian Enviromentalism in Comparative Perspective” dan Dr. Suraya Afif dari Universitas Indonesia dengan tema “History, Achievements and challenges of Indonesian Environmentalism”. Pembahasan terhadap hasil riset ini dilakukan oleh Mia Siscawati (RMI-the Indonesian Institute for Forest and Environment/Kandidat PhD Anthropologi Sosial Budaya, University of Washington) serta Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo (Bagian Kependudukan, Agraria dan Ekologi Politik, Departemen Sains KPM, Fakultas Ekologi Manusia IPB, Bogor). Hasil kajian tersebut menjadi penting untuk dibedah bersama agar lebih tajam dan memberikan makna bagi perubahan di Indonesia.

Buka Puasa Bersama MB-IPB

(Sabtu, 13/09), MB-IPB mengadakan buka puasa bersama dengan Direksi, Karyawan beserta Keluarga dan Peserta MB-IPB pada pukul 16.00 WIB hingga selesai bertempat di ruang mahoni gedung MB-IPB. Acara ini diselenggarakan dalam rangka untuk mempererat tali silaturahmi dan sebagai bentuk dalam memupuk tali ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, serta ukhuwah basyariyah di keluarga MB-IPB. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan sambutan dari Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec selaku Direktur Program Pascasarjana MB-IPB.

Acara buka puasa kali ini pun menghadirkan Ustadz Syunmanjaya Rukmandis untuk memberikan siraman rohani menjelang berbuka puasa. Ustadz Syunmanjaya Rukmandis tidak hanya menjelaskan tentang hikmah puasa tetapi juga beliau mengemukakan bahwa bulan ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk berbagi dengan anak yatim dan kaum dhua’fah. Beliau juga mengungkapkan bahwa hakiki kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya dilihat dari aspek materi semata namun yang terpenting aspek kasih sayang atau perhatian terhadap anak yatim tersebut. Dalam kesempatan ini, keluarga MB-IPB menyerahkan paket lebaran secara simbolis kepada anak yatim. Semoga acara buka puasa bersama kali ini memberikan hikmah bagi kita semua, khususnya keluarga besar MB-IPB.

Perpustakaan: Koleksi Buku Bulan September 2008

No Nama Buku Penerbit
1 Strategic management and business policy, 11th ed/Thomas L.Wheelen Pearson prentice hall
2 Basic Marketing A Global-Managerial Approach/William D. Perreault Jr Irwin McGraw-Hill
3 Discovering Computers 2007 A Gateway to Information/Shelly Thomson Course Technology
4 Memahami Business Plan/Ismail Solihin Salemba empat
6 Analisis Input Output/Suahasil Nazara Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
7 Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia/Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira Ghalia Indonesia
8 The Power of Marketing/Nelly Nilatie Ma’arif Salemba empat
9 Kewirausahaan Membangun Usaha Sukses Sejak…./Suharyadi Salemba empat
10 Sistem Informasi Manajemen, 8th ed/raymond McLeod, Jr Indeks
11 Economics For Business/3th ed/John Sloman Prentice hall
12 Business Forecasting/9th ed/John E. Hanke Pearson prentice hall
13 Strategic Management/10th ed/Fred r. david Pearson prentice hall
14 Managing The Public Sector/6th ed/Grover Strarling Harcourt
15 Akuntansi Suatu Pengantar/5th ed/Soemarso S.R Salemba empat
16 Marketing For Hospitality and Tourism/4th ed/Philip Kotler Pearson prentice hall
17 Pembangunan dan Generasi Mendatang Salemba empat
18 Bank Managemeny & Financial Services/6th ed/Peter S. Rose McGraw hill
19 Kewirausahaan Pedoman Praktis../3th ed/Dr. Suryana, M.Si Salemba empat
20 Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi /3th ed/Richard West Salemba humanika
21 Cases in Management Indonesia’s Real Companies Salemba empat
22 Portfolio Theory and Performance Analysis/Noel Amenc Wiley
23 Institutions Contracts and Organization Edward Elgar
24 Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi/3th ed/Richard West Salemba Humanika
25 Vision for Change/Susilo Bambang Yudhoyono Brighten
26 The modern the theory of Corporate Finance/Michael C McGraw Hill
27 The Secret to Ge’s Success/William E. Rothschild McGraw Hill
28 Cliffs Quick Review Algebra II/Edward Kohn Pakar Raya
29 Matematika Ekonomi/Sri Mulyono Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
30 Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan…./Akmad Fauzi PT. Gramedia Pusataka utama
31 Financial Strategy adding stakeholder…/Janette Rutterford The Open University
32 Integrated Project Management/K.C.Chan Andi Yogyakarta
33 Quantitative Financial Economics/Keith Cuthbertsoon Wiley
34 Dasar-dasar Oraganisasi/Sutarto Gadja Mada University Press
35 Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk/Marimin Grasindo
36 Sistem Pendukung Keputusan/Kadarsah Suyardi PT. Remaja Rosdakarya-Bandung
37 Organisasi Abad 21/Subir Chowdhury Indeks
38 Dasar-dasar ekonomi wilayah/Rahardjo Adisasmita Graha Ilmu

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Atas nama Pimpinan dan Manajemen MB-IPB kami mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429 H. Semoga Allah SWT menjadikan kita semua hamba yang bertaqwa dalam ridhoNya. Amin.

CEO Forum: Pemanfaatan Informasi (Teknologi) Perspektif Marketing

(26/08), CEO Forum menghadirkan Ir. Herman Wirawan, MBA, Vice President Marketing Information System PT. Charoen Pokphand Indonesia yang menyampaikan topik tentang Peningkatan Kinerja Perusahaan Melalui Pemanfaatan Informasi (teknologi) ditinjau dari Perspektif Marketing, yang bertempat di ruang mahoni MB-IPB.  Tidak dapat dipungkiri era globalisasi saat ini menuntut kita untuk dapat menguasai teknologi dan informasi dalam menghadapi tantangan dan persaingan global yang semakin ketat. Karena dengan penerapan sistem teknologi dan informasi akan mampu memperluas peluang dan kesempatan usaha, serta akses pasar yang dapat menjangkau pasar-pasar potensial dunia. Dalam hal ini bidang marketing menjadi penting dengan semakin berkembangnya teknologi informasi sebagai pilar utama kelangsungan bisnis. Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan tentang penerapan sistem teknologi informasi yang dilihat dari sudut pandang marketer bagi para mahasiswa yang bergerak di bidang manajemen dan bisnis.

Ir. Herman Wirawan, MBA mengemukakan bahwa dalam bidang marketing selalu mempertimbangkan peluang dan ancaman dari bisnis yang sedang digeluti, maka era informasi menjadi sangat penting dalam kelangsungan bisnis. Dalam hal ini diperlukan para inteligen pemasaran untuk dapat melihat strategi apa yang digunakan para kompetitor baik melalui penelitian maupun riset pasar. Peran informasi yang berbasis teknologi sangat penting untuk memperoleh penelitian dan riset pasar tersebut. Beliau menjelaskan mekanisme dari Sistem Informasi Pemasaran (SIP) yang lebih dikenal dengan MIS (Marketing Information System), dimana suatu sistem informasi pemasaran terdiri dari pertama, SDM yang mampu menjalankan tanggung jawab dalam analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian; kedua dan ketiga, adalah peralatan serta prosedur-prosedur untuk menilai kebutuhan informasi dan menyebarkan informasi. Dengan adanya sistem informasi pemasaran tersebut akan diperoleh informasi tentang perkembangan dalam lingkungan pemasaran, baik pasar sasaran, saluran pemasaran, situasi pesaing hingga keadaan lingkungan mikro. Dalam presentasi ini beliau juga memberikan beberapa contoh penerapan teknologi informasi (IT) untuk melakukan eksplorasi data marketing melalui tampilan beberapa website yang menyediakan berbagai data marketing seperti www.bloomberg.com; www.depdag.go.id; www.bsn.com; www.idx.co.id; www. deptan.go.id maupun menyajikan alamat website organisasi perusahaan yang berkaitan dengan call centre sofware, risk management, B to C sofware vendors provider.

Eksplorasi data-data marketing yang diperoleh melalui pemanfaatan IT akan memberikan beberapa manfaat antara lain : bila data-data yang dieksplorasi secara eksternal maka manfaat yang diberikan 1) mengetahui tren dunia bisnis usaha secara global maupun regional dan lokal; 2) mengetahui dan mengantisipasi kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyangkut dunia usaha dari aspek peraturan, standar mutu produk, perkembangan setiap sektor usaha melalui website dari setiap departemen dan 3) dapat diketahui posisi industri/tren industri/market share dari produk tertentu. Sedangkan bila data-data yang dieskporasi secara internal akan memberikan manfaat seperti 1) data penjualan per bulan per area/prop untuk ditarik kesimpulan siapa pelanggan yang berperan dalam kontribusi penjualan dengan menggunakan metode pareto (80:20); 2) data market share per bulan (per 3 bulan) untuk dilihat peta kekuatan perusahaan dibandingkan kompetitor serta 3) data market share tahunan dapat dibuat BCG Portfolio Analysis untuk menetukan arus kas, investasi, situasi pasar pesaing, langkah-langkah strategis untuk tahun depan. Dengan demikian, beliau menyimpulkan bahwa eksplorasi data eksternal dan internal dapat membantu membuat keputusan-keputusan pemasaran/perusahaan yang bersifat strategis.