CEO Forum

Selasa (6 dan 13/11), MB-IPB menyelenggarakan CEO Forum pada pukul 10.00-12.00 WIB yang dihadiri oleh mahasiswa/mahasiswi Reguler-36 (R-36), Reguler-37 (R-37), 7EK (7-Eksekutif Kekhususan). Materi CEO Forum kali ini adalah GCG (Good Corporate Governance), Risk Management and National Competitiveness oleh Ir. Sofyan Rambey,SE,MBA,CLU,ChFC,RFA,FRM Vice President PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk dan materi Diversifikasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam Kawasan Hutan dalam Perspektif Ekonomi oleh Ir. Achmad Fachrodji, MM Direktur Pemasaran Perum Perhutani.

Dalam ceramah yang disampaikan Sofyan Rambey, salah satu strategi untuk meningkatkan dayasaing nasional adalah melalui penerapan GCG (Good Corporate Governance) di tingkat korporasi. Beliau menjelaskan proses penerapan GCG yang dapat dilakukan di tingkat korporasi, definisi dari GCG, indikator ketidakefisienan dalam penerapan GCG, manfaat penerapan GCG, faktor-faktor yang menghambat penerapan GCG baik internal maupun eksternal hingga dampak penerapan GCG di masa mendatang. Beliau juga menyajikan beberapa data yang berkaitan dengan penerapan Good Corporate Governance. Berdasarkan data yang ditunjukkan, Indonesia menduduki peringkat terendah dalam penerapan GCG dan termasuk negara yang memperoleh rangking korupsi tertinggi. Penjelasan materi tentang risk management diawali dengan krisis keuangan yang pernah dialami oleh negara-negara di dunia. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang cakupan secara luas dari tipe-tipe resiko (credit risk, market risk and operational risk), beberapa resiko yang dihadapi oleh institusi keuangan dan keterkaitan di antara resiko. Beliau juga menyampaikan penjelasan bahwa economic capital dapat mengatasi semua resiko yang ada dalam korporasi. Selanjutnya memaparkan prinsip-prinsip dari risk management dan kategori-kategori dari resiko (risk categories).

Ir. Achmad Fachrodji, MM menyampaikan pentingnya diversifikasi pemanfaatan sumberdaya hutan non kayu, seperti Gondorukem (Gum Rosin) dan minyak terpentin (Turpentine Oil) yang digunakan sebagai bahan baku industri lain (industri pulp and paper, industri tinta, ester, rosin, kerajinan batin hingga sebagai bahan penolong dalam industri kosmetik), minyak kayu putih, produk air mineral, wisata alam, penangkaran satwa, pengusahaan madu, persuteraan alam dan lain-lain. Beliau menjelaskan bahwa hasil hutan non kayu tersebut memiliki posisi strategis yang patut untuk dikembangkan. Beliau juga mengemukakan beberapa peluang pengembangan jasa lingkungan, pengembangan wisata alam dan beberapa strategi untuk meningkatkan peran wisata alam. Perum Perhutani sebagai BUMN telah melakukan berbagai terobosan dalam memanfaatkan sumberdaya hutan non kayu, di antaranya (1) meluncurkan produk air mineral, (2) mengelola 136 kawasan wisata, (3) menjalin kerjasama dengan investor luar negeri dalam pemanfaatan jasa lingkungan, dan (4) membentuk Kesatuan Bisnis Mandiri khusus menangani wisata penjualan bibit dan usaha-usaha lain. Beliau berharap dengan berbagai terobosan yang dilakukan Perum Perhutani peran hasil hutan non kayu akan terus meningkat dengan target kontribusi lebih dari 50 persen dari total penghasilan perusahaan pada tahun 2010.

CEO Forum

Angkatan E27 (Eksekutif-27) MB-IPB kali ini menghadiri CEO Forum dengan materi Peluang Petani dan Nelayan Menjadi Pemasok Bahan Baku Kebutuhan Operasional Catering oleh Ade Sutarsa Ketua Yayasan Pendidikan Pangansari / Mantan GM Town Catering Pangansari (PT. Pangansari Utama Group) dan materi Keuangan Mikro, Pemberdayaan Perempuan dan Pengembangan Pertanian : Perspektif Prof. M. Junus oleh Irvan Nasution Direktur Keuangan dan Kerjasama BRIGTEN INSTITUTE.

Ketua Yayasan Pendidikan Pangansari : Ade Sutarsa menjelaskan tentang catering business secara lebih rinci, diawali dengan pengertian catering dan business, proses catering business, contoh lokasi catering business hingga tren catering business. Beliau juga memaparkan peranan agribisnis dalam industri catering dengan menggambarkan kondisi agribisnis yang terjadi saat ini kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai peranan industri catering dalam meningkatkan kontribusi petani / nelayan baik kontribusinya pada jangka pendek maupun jangka panjang.

Direktur Keuangan dan Kerjasama BRIGTEN INSTITUTE  : Irvan Nasution mengaitkan materi keuangan Mikro, pemberdayaan perempuan dan pengembangan pertanian dengan beberapa indikator berdasarkan pandangan  Prof. M. Junus tentang kemiskinan, peran perempuan, pertanian hingga contoh pengelolaan keuangan mikro dengan merujuk implementasi dari Grameen Bank dan contoh-contoh keputusan yang diambil. Dalam akhir ceramahnya, beliau menekankan bahwa dunia usaha tidak hanya terletak pada persoalan ekonomi dan keuangan semata. Namun, dunia usaha juga terkait dengan kebudayaan, struktur sosial, keagamaan dan faktor-faktor lainnya yang berkaitan dengan penghapusan kemiskinan.

Halal Bi Halal: Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB)

Sabtu (27/10) Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB) mengadakan acara halal bi halal pada pukul 11.45-14.00 WIB di lingkungan Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB). Acara halal bi halal tersebut dihadiri oleh para pendiri MB-IPB, para pejabat IPB, Ketua IAMMA IPB, para segenap civitas akademik MB-IPB, para mahasisiwa/mahasisiwi MB-IPB dan seluruh stakeholder lainnya. Dalam sambutan Direksi MB-IPB Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec mengemukakan pentingnya silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan IPB, khususnya MB-IPB. Acara halal bi halal ini diisi dengan hiburan-hiburan baik dari para mahasisiwa/mahasisiwi MB-IPB hingga para segenap civitas IPB.

CEO Forum

Selasa (23/10) Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB) menyelenggarakan CEO Forum pada pukul 10.00-12.00 WIB dengan materi Menerapkan Manajemen SDM Berbasis Kompetensi di Indonesia dan sebagai pembicara Riri Satria, S.Kom, MM Konsultan dan Fasilitator Pelatihan Manajemen Independen. Beliau memaparkan prinsip manajemen sumberdaya manusia berbasis kompetensi (principles of competency-based human resource management) dan pengalaman-pengalaman pengembangan dan pelaksanaannya (experiences in development and implementation). Penjelasan materi yang diberikan beliau diawali dengan pemaparan tentang kompetensi (pengertian kompetensi, kompetensi inti , kompetensi manajerial, tahapan pengembangan model kompetensi dan fase implementasi) hingga diakhiri dengan penjelasan manajemen sumberdaya manusia berbasis kompetensi. Beliau tidak hanya menjelaskan secara teoritis, penjelasannya disertai pula dengan contoh-contoh dari setiap bab.

Pembicara CEO Forum pada pukul 19.00-21.30 WIB Danny K. Rusli Direktur PT. Momenta Agrikultura “Amazingfarm” dengan materi Kiat “Sukses” Terjun di Agribisnis : Kasus Aeroponik Amazingfarm. Beliau menjelaskan terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan dalam menjalankan agribisnis, yaitu pertama, aspek produksi (kualitas, produktivitas, kontinuitas), kedua, aspek distribusi (cold chain, on time service), ketiga, aspek pemasaran (quality, value, price, safety, health, innovation, traditions). Beliau juga menekankan bahwa faktor kreatifitas dalam membuat produk yang innovative akan mempermudah penetrasi pasar dan akan membantu mempertahankan posisi ditengah persaingan yang ketat dalam suatu usaha, khususnya agribisnis.

CEO Forum

Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB) kembali menyelenggarakan CEO Forum pada hari selasa tanggal 2 Oktober 2007 untuk mahasiswa/mahasisiwi program studi Magister Manajemen Agribisnis (MB-IPB), baik reguler maupun eksekutif. CEO Forum ini dibagi dalam dua tahap. CEO Forum tahap 1 diselenggarakan pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan materi Perencanaan Pembangunan Nasional Dikaitkan dengan Manajemen Agribisnis dan sebagai pembicara Dr. Ir.Endah Murniningtyas, M.Sc Direktur Pangan dan Pertanian BAPPENAS. Beliau menyampaikan tentang pembangunan nasional dalam rencana kerja pemerintah (RKP), pembangunan pertanian dan pengembangan agribisnis. Pembangunan nasional dalam RKP menjelaskan tentang perencanaan pembangunan di era demokrasi dan otonomi daerah serta RKP sebagai rencana kerja pemerintah tahunan dan peranan RKP itu sendiri. Dalam hal pembangunan pertanian dijelaskan peran pemerintah dalam pembangunan pertanian serta prioritas dan fokus pembangunan pertanian tahun 2008. Penjelasan pengembangan agribisnis dimulai dengan pengertian agribisnis secara komperhensif dari hulu hingga hilir dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang layanan pemerintah dan langkah-langkah keberpihakkan yang berkaitan dengan pengembangan agribisnis serta pengembangan agribisnis di era global dan otonomi daerah.

CEO Forum tahap 2 diselenggarakan pada pukul 19.00 hingga 22.30 WIB dengan Materi Prospek Bisnis Komoditas Perikanan : Studi Kasus Lobster Air Tawar dan Kerapu dan sebagai pembicara Ir. Aries Wimaruta, MM Direktur Utama PT. Bina Terpadu. Beliau menyajikan pengalaman dan kompetensi kelompok usaha terpadu, strategi reformasi sistem agribisnis berkelanjutan dan prospek bisnis komoditas perikanan dan perkebunan. Kelompok usaha terpadu digambarkan dari Terpadu Group yang terdiri dari PT. BINA TERPADU, CV TRIO LAMBANO ARNION, CV EBEN HEIZER, DAAN MOGOT FISH CENTRE dan PT WELLABLE TERPADU. Pengalaman dan kompetensi kelompok usaha terpadu ini memaparkan tentang konsultansi dan pelatihan  perencanaan dan pengembangan wilayah, konsultansi dan pelatihan manajemen agribisnis, konsultansi dan pelatihan teknologi informasi (telematika), konsultansi  dan pelatihan  manajemen  umum, Konsultansi Keuangan / pendamping UMKM Mitra Bank (KKMB), dan perdagangan produk agribisnis.

Penjelasan strategi reformasi sistem agribisnis berkelanjutan diawali dengan pemaparan potensi Sumberdaya Alam (SDA) terbaharui, pola pikir pengembangan SDA, permasalahan umum SDA terbaharui dan paradigma perdagangan. Dalam strategi reformasi sistem agribisnis berkelanjutan juga dijelaskan tentang kendala umum sistem agribisnis, reformasi sistem agribisnis serta solusi sistem agribisnis dengan empat strategi, yaitu strategi 1 adalah orientasi pasar (“pull”), strategi 2 adalah perpendek mata rantai pemasaranstrategi 3 adalah sub-sistem pendukung memenuhi kebutuhan sistem agribisnis (“pull”) dan strategi 4 adalah pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Beliau juga menjelaskan tentang integrasi dua strategi berorientasi pasar yaitu strategi bisnis dan strategi teknologi serta pengembangan produk/pasar (contoh pisang dan kakao). Penjelasan mengenai agribisnis juga dipaparkan melalui budidaya dan perdagangan ikan kerapu, budidaya rumput laut, budidaya lobster air tawar (LAT) dan pengembangan budidaya jarak pagar

Lokakarya Mata Kuliah Falsafah Sains

Pada hari kamis tanggal 30 Agustus 2007 diselenggarakan Lokakarya Mata Kuliah Falsafah Sains yang diadakan oleh Sekolah Pascasarjana IPB di Ruang Mahoni Manajemen dan Bisnis IPB. Target dan sasaran dari Lokakarya Mata Kuliah Falsafah Sains ini adalah mahasiswa-mahasiswa yang sedang mengambil program Doktor, para dosen dan pengelola program Doktor IPB. Dengan adanya Lokakarya Mata Kuliah Falsafah Sains diharapkan dapat mewujudkan persamaan persepsi, visi sekaligus evaluasi untuk dapat meningkatkan mutu dari Mata Kuliah Falsafah Sains itu sendiri. Tujuan Mata Kuliah Falsafah Sains bagi pendidikan pascasarjana, terutama mahasiswa yang sedang mengambil program Doktor adalah 1) pondasi untuk pendidikan dan research S3 dan Doktor sehingga dapat mengetahui dan mempelajari bagaimana berbagai pengetahuan itu dilakukan sehinggga dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, 2) terjadi proses pencerahan, pemberian arah, berpikir dalam membangun argumen pengetahuan yang sangat baik dan terarah, 3) melakukan penelusuran kebenaran secara shahih melalui validasi maupun dedikasi informasi dan pengetahuan yang diperoleh, 4) dapat memperoleh arahan dalam rangka memperoleh pengetahuan yang maslahat bagi umat manusia, dan 5) dapat belajar mengenai etika di dalam penelitian dan penemuan-penemuan.

Lokakarya Mata Kuliah Falsafah Sains dibagi dalam dua sesi. Moderator untuk sesi pertama adalah Dr. Ir. Arief DaryantoM.Ec dengan pemrasaran, sebagai berikut : 1) Prof. Dr. Zahrial Coto menyajikan tentang pelaksanaan perkuliahan falsafah sains di Sekolah Pascasarjana IPB, 2) Prof. Dr. Conny Semiawan mengemukakan tentang perkembangan fisafat ilmu dan filsafat sosial, dan 3) DrMien Rivai menyampaikan tentang etika dan estetika ilmu pengetahuan. Moderator untuk sesi kedua adalah Prof. Dr. Marimin dengan Pemrasaran, sebagai berikut : 1) Prof. Dr. Edi Guharja menyajikan tentang wisdom, kearifan dan kebenaran ilmu pengetahuan, 2) Prof. Dr. Sjafrida Manuwoto  mengemukakan tetang etika ilmu pengetahuan, 3) Prof. Dr. Abdul Aziz Darwis menyajikan tentang wisdom of science dari perspektif natural sciences dan 4) Prof. Dr. Syafri Mangkuprawira menyampaikan tentang wisdom of science dari perspektif socioeconomics.

Lokakarya ini juga menyajikan pandangan mahasiswa terhadap Mata Kuliah Falsafah Sains sebagai wacana. Perumusan hasil Lokakarya Falsafah Sains disampaikan oleh Dr. Drajat Martianto, antara lain berupa kesepakatan perlunya keseragaman materi perkuliahan dari keragaman keilmuan yang terdapat di IPB, materi yang diberikan diharapkan mencakup sejarah dan perkembangan  imu pengetahuan, kearifan, kebenaran, etika dan estetika, seyogianya mata kuliah Falsafah Sains dapat diberikan tidak hanya kepada program Doktor tetapi diharapkan juga diberikan kepada program Magister dalam bentuk kuliah umum ataupun kuliah khusus pengantar Falsafah Sains dengan substansi yang diintegrasikan dengan Mata Kuliah Metodologi Penelitian, dan mata kuliah Falsafah Sains juga perlu diberikan kepada seluruh program studi, baik yang mempelajari ilmu alam, sosial maupun manajemen dan bisnis. Mata kuliah Falsafah Sains dan Falsafah Bisnis juga perlu diberikan kepada mahasisiwa agar dalam melakukan bisnis memiliki visi dan keilmuan yang senantiasa mencari kebenaran. Dalam Mata Kuliah Falsafah Sains perlu dibuat tujuan pengajaran secara lebih padat dalam bentuk tujuan instruksional umum. Dalam pelaksaanaan Mata Kuliah Falsafah Sains harus menstimulir peningkatan tujuan mahasiswa akan estetika dan menyediakan alat informasi untuk menganalisa kasus pelanggaran etika dan membangun sikap mahasiswa dalam bertindak benar. Dalam pelaksaanaan Mata Kuliah Falsafah Sains perlu memberikan ruang lebih luas untuk diskusi dan kesempatan mahasiswa untuk mengemukakan pendapat dan menelaah suatu teori. Hasil Lokakarya ini juga mengemukakan teknis penyampaian pengajaran Mata Kuliah Falsafah Sains yang diharapkan lebih menarik dan aktual sesuai fenomena yang ada dengan menerapkan transdispliner.

Pengamat IPB: Kebijakan Pemerintah Soal Minyak Goreng Salah Kaprah

BOGOR  (Pos Kota) –  Kebijakan pemerintah dalam membantu masyarakat miskin dengan tingginya harga minyak goreng, seharusnya membeli minyak goreng sesuai harga pasar dan menjualnya kepada rakyat miskin dengan harga terendah. Bukan menaikkan tarif pajak ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau menggelar operasi pasar.

”Kebijakan menaikkan CPO dan menggelar operasi pasar justru meresahkan masyarakat,” ujar Rina Oktaviani, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB di Kampus IPB Baranangsiang. Kebijakan itu adalah tindakan salah kaprah yang mengakibatkan penurunan pendapatan petani sawit dan devisa.

“Biarlah negara menikmati hasil penjualan dari ekspor CPO, tapi jangan menaikkan harga pajak ekspornya,” jelas pengamat IPB ini.

Langkah yang dilakukan pemerintah, lanjut Rina, seharusnya membeli minyak goreng sesuai dengan harga pasar dan menjualnya kepada masyarakat miskin dengan harga rendah. Adanya perbedaan harga harus dibayar pemerintah, bukan seperti saat ini, pengusaha dan petani yang harus membayar.

UNTUK SIAPA?
“Tidak masuk akal, yang berkewajiban menurunkan harga minyak goreng adalah petani kelapa sawit. Jadi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kemarin-kemarin itu, untuk siapa?” tanya dia.

Verifikasi terhadap minyak goreng, kata Rina perlu dilakukan pemerintah sehingga tidak terfokus bahan bakunya dari kelapa sawit saja. Melainkan, manfaatkan tumbuhan yang ada dan dapat dijadikan bahan dasar minyak goreng. “Contohnya kelapa, jagung, kedelai, dan binatang yuyu (sejenis kepiting-red),” tambahnya.

Hermanto Siregar, Direktur Akademik Manajemen & Bisnis IPB, menimpali dengan memberi contoh di negara Malaysia. Di negara itu, telah dilakukan verifikasi terhadap minyak goreng. Di saat bahan komiditi minyak goreng sedang tinggi, misalnya sawit, masyarakatnya tidak panik sebab banyak pilihan untuk memilih minyak goreng dengan harga terjangkau, dari bahan non sawit. “Nah Indonesia juga harus bisa seperti itu di waktu mendatang,” tekannya.
(iwan)

MB IPB dan APMMI Gagas Paradigma Baru Pendidikan Manajemen

Senin, 23 Juli 2007, Program Pascasarjana Manajemen Bisnis IPB bekerjasama dengan Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) menyelenggarakan Semiloka Nasional bertajuk “Komponen Science dan Craft, dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Manajemen”, (18-19 Juli) di Hotel Salak The Heritage, Bogor.

Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dalam rangka menyusun kurikulum yang telah dilakukan sebelumnya. Semiloka dihadiri sekitar 84 orang peserta, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengampu Program Manajemen, serta peserta lainnya seperti mahasiswa dan pengusaha. Seperti yang dipaparkan Ketua APMMI 2007, Drs. H. Basuki, MCom (Hons),Ph.D, Ak, diperlukan empat dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan manajemen yakni, Art, Soul, Sciencedan Craft. Dari keempat dasar ini diharapkan tercipta paradigma baru dalam pendidikan manajemen,” ujarnya saat mengisi sambutan. Pada kesempatan yang sama pula, Wakil Rektor I IPB/Plh Rektor IPB, Prof. Dr. M.A. Chozin, M.Agr menyatakan dengan adanya globalisasi baik yang bertaraf nasional dan internasional, keberadaan lembaga bisnis dan manajemen merupakan suatu keharusan dalam masyarakat. Diperlukan SDM yang handal dan profesional untuk meningkatkan komponen peluang yang harus ditangkap.

Program Magister Manajemen saat ini lebih membutuhkan sistem pendidikan sekolah bisnis yang lebih bersifat pragmatis dan praktis pada spesialisasi tertentu, sejalan dengan realita bisnis tanpa mengesampingkan relevansi teori, paparnya lebih lanjut saat membuka semiloka. Pesan ini juga disampaikan oleh Menteri BUMN, Dr. Sofyan Jalil, saat menjadi Dinner Speech malam sebelumnya. Seminar yang kemudian dilanjutkan dengan lokakarya nasional: “Komponen Science dan Craft  dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Manajemen” ini menghadirkan keynote addressDirektur Utama Trans TV, Dr. Ishadi SK, M.Sc. Pria yang kerap disapa pak Is ini mempresentasikan harapan perusahaan terhadap kualitas lulusan MM/MBA IPB dan pengembangannya di tempat kerja. Menurutnya, terdapat delapan kunci kesusksesan yang miliki oleh perusahaan yang dinaunginya dalam melatih pegawainya, yakni: No ExcuseNever Give UpNothing Impossible; Full Throttle All the Time; Be Humble, Smile and Science; Patriotic; Be Loyal, dan Beragama, menjunjung tinggi nilai agama dan moral.  Selain delapan kunci itu, pegawai harus mempunyai lima character building, yaitu jujur, kerja keras, IT, entrepreneurs, dan disiplin. Dengan itu kami (trans TV dan Trans 7–red) mampu menjadi televisi dengan rating tertinggi dalam waktu yang cukup singkat sejak berdirinya lima tahun lalu, ujarnya.

Lokakarya ini juga menghadirkan Prof. Jann Hidayat T, yang memaparkan bahasan tentang komponen sciences dalam kurikulum program MM/MBA di Indonesia, sedangkan Dr. Arief Daryanto memaparkan bahasan dengan tema Kurikulum Program MM/MBA dengan Penekanan pada Komponen Pengalaman (Craft) serta Prof. Eriyatno dan Prof. Marimin yang mengetengahkan Penerapan Soft System Methodology (SSM) pada Pendidikan Pascasarjana Manajemen.(zul/nUr)

Lulusan Baru MMA IPB : Periode Pertengahan April 2008

MB-IPB mengucapkan selamat kepada para lulusan program strata dua (S2) Manajemen Agribisisnis IPB pada periode pertengahan April 2008. Semoga para lulusan MM-Agribisnis IPB dapat mengabdikan dirinya bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara serta menjadi alumni MB-IPB yang membanggakan dan selamat berkarya.


DAFTAR NAMA LULUSAN BARU MMA IPB

 

No Nama Tanggal Lulus
1 Harry Surono, SE 08 April 2008
2 Ruddy Trilaksono, SE 08 April 2008
3 Ineke Ongkowijoyo, SP 08 April 2008
4 Karyawati Zarbiatun, SE 08 April 2008
5 Suseno Wangsit Wijaya, S.Pi 08 April 2008
6 Vidi Aryandi, SE 08 April 2008
7 Amru Sahmono Boang Manalu,S.TP 08 April 2008
8 Mei Mei Meilani, S.Pi 08 April 2008
9 Ir. Sutan Muhammad Thamrin Nul Hijrah 08 April 2008
10 Drs. Rifi Rivaldi, SH 08 April 2008
11 Ali Asyak, SP 08 April 2008
12 Ir. Bakhtiar Effendi 08 April 2008
13 Mohamad Fahrizal, S. STP 08 April 2008
14 Arga Hapsara, S.Pt 08 April 2008
15 Ii Fithri Yunindari Sholichin, S.Pi 18 April 2008
16 Maulana Indrawan, SP 18 April 2008
17 Nadya Tanaya, SP 18 April 2008
18 Ardi Irfandi, ST, MM 25 April 2008
19 Tri Restu Ramadhan Putra, Ak, MM 25 April 2008

 

Wapres: UNHAS Lebih Baik dari UI

Nah, jangan salah dulu. Pemeringkatan universitas ala wapres ini merupakan sebuah guyonan tentang keberhasilan. Menurut Wapres, keberhasilan tidak semata ditentukan dari lulusan mana orang tersebut.

“Ada rumusan di Harvard Business School, kalau dapat nilai A jadi konsultan, nilai B manajer, nilai C malah jadi pemilik perusahaan. Jadi tidak usah terlalu bangga dapat A,” ujar Kalla disambut tawa para hadirin.

Ia menyampaikan hal itu saat membuka seminar tentang kepemimpinan pebisnis di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (7/4/2007).

“Sama seperti Chairul temen saya ini, tapi tetap gigih dan dia punya televisi. Itu tidak ada sekolahnya,” ujar Kalla sambil menunjuk bos Trans TV Chairul Tanjung.

“Wapres juga tidak ada sekolahnya, tapi jadi wapres juga. Kalau IPB jadi presiden, cukuplah Unhas jadi Wapres walaupun belum ada UI untuk presiden dan wapres. Jadi Unhas itu lebih baik dari UI,” seloroh Kalla. (qom/qom)